Pos Pengamanan Lebaran Disiagakan

Penulis: Dwi Apriani Pada: Selasa, 21 Mei 2019, 09:00 WIB Mudik
Pos Pengamanan Lebaran Disiagakan

Ist
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)/Pelni

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)/Pelni akan menambah tiket mudik Lebaran. Warga bisa memesan tiket nonseat atau tiket dengan kasur tambahan.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro mengatakan semula Pelni memberlakukan pengaturan penjualan tiket satu orang satu tempat tidur di seluruh kapal. "Karena permintaan cukup tinggi, atas persetujuan Kemenhub, kami dapat menjual tiket nonseat. Penambahan penjualan tiket nonseat tetap menjamin keamanan dan keselamatan konsumen," kata Yahya, kemarin.

Penjualan tiket nonseat dilakukan di seluruh cabang, agen penjualan tiket, dan chanelling secara daring yang bekerja sama dengan Pelni mulai kemarin. Kenaikan penumpang diprediksi tahun ini naik 3,5% ketimbang 2018, yaitu dari 604.202 menjadi 625.599 pelanggan. Pelni menyiapkan 26 kapal rute Nusantara dengan 83 pelabuhan singgah.

Sementara itu, di sejumlah daerah rawan, di Sumsel, terutama di jalur lintas baik lintas timur, lintas penghubung maupun lintas tengah. Termasuk di Ogan Komering Ilir, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, hingga Ogan Komering Ulu Timur, Kepolisian Daerah Sumsel menyiagakan sniper di sejumlah jalur mudik Lebaran.

"Kami ingin agar nantinya selama arus mudik dan arus balik di Sumsel ini aman dan kondusif. Khusus di lokasi rawan kami akan siapkan sniper (juru tembak). Ini untuk antisipasi terjadinya begal, penodongan, dan sebagainya," kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara.

Selain itu, pihaknya juga mendirikan pos keamanan dan pos terpadu sebanyak 39 pos yang menyebar di Sumsel. Pos ditempatkan bukan hanya di jalur mudik, melainkan juga di titik keramaian seperti mal maupun tempat rekreasi.

Kondisi jalan

Sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Bandung Barat masih rusak dan belum tersentuh perbaikan dari pemerintah daerah, salah satunya di Jalan Cihanjuang. Kondisi di ruas jalan peng-hubung antara Kecamatan Parongpong di Bandung Barat dengan Kota Cimahi itu mengalami rusak sedang. Bahkan, sejumlah jalan rusak dan berlubang hanya ditutupi batu krikil.

Kondisi jalan diperparah dengan penerangan jalan umum yang minim sehingga sangat membahayakan pengguna kendaraan di malam hari.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas PUPR Bandung Barat, Muhammad Ridwan mengakui, pengerjaan pemeliharaan jalan diprioritaskan pada ruas-ruas jalan strategis.

Sejumlah titik pada jalur tengah Nasional yang memanjang dari perbatasan Gresik hingga Tuban di Kabupaten Lamongan, Jatim, diperbaiki. Peningkatan jalan antarpulau ini dilakukan dengan sistem overlay. Namun, perbaikan itu dipastikan belum tuntas hingga H-7 Lebaran. "Iya, ada peningkatan jalan di jalur mudik nasional kita," kata Kadishub Lamongan, Farikh, kemarin. Perbaikan yang dilakukan sejak dari arah timur perbatasan Kabupaten Gresik hingga ke barat di perbatasan Kabupaten Tuban.

Di sisi lain, Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Klaten, Jawa Tengah, kini tengah menangani darurat jalan rusak yang dipersiapkan untuk jalur alternatif. Yakni jalan di tiga jalur alternatif, yaitu Pakis-Daleman, Juwiring-Karangdowo, dan Bendogantungan-Wedi- Bayat-Cawas.

Jalur alternatif Pakis-Daleman menghubungkan Kota Surakarta, jalur alternatif Juwiring-Karangdowo untuk menuju Sukoharjo, dan jalur alternatif Bendogantungan-Wedi-Bayat-Cawas untuk tujuan Sukoharjo dan Wonogiri. (DG/YK/JS/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More