Selasa 21 Mei 2019, 10:00 WIB

Perusahaan Sawit Realisasikan Komitmen Peremajaan

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Perusahaan Sawit Realisasikan Komitmen Peremajaan

Dok Musim Mas
Musim Mas Grup memberikan pendampingan kepada petani dalam proses peremajaan tanaman kelapa sawit.

 

MUSIM Mas Grup, kelompok usaha sawit terintegrasi dari hulu sampai hilir, bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkomitmen membantu para petani di Labuhanbatu, Sumatra Utara, dalam melaksanakan kegiatan peremajaan tanaman sawit.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga dalam hal penyuluhan dan pendampingan operasional. Dengan demikian, tanaman yang baru dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah dengan volume besar.

General Manager of Smallholders Programmes and Projects Musim Mas Robert Nicholls mengungkapkan dukungan replanting telah dipersiapkan sejak Oktober 2017.

Sejak saat itu, perusahaan telah memetakan daerah mana saja yang harus diremajakan. Mereka juga membantu menyiapkan bibit unggul sebagai senjata utama kegiatan replanting.

Sebelum penanaman dan kegiatan peremajaan dilakukan, Musim Mas bersama para petani juga menyelesaikan urusan legalitas lahan.

Baca juga: ISEI Promosikan Sawit dan Kopi Indonesia ke Swiss

"Setelah beres, barulah syarat legalitas dikirimkan kepada pemerintah daerah dan pusat untuk melewati proses verifikasi. Jika sudah clear, dana akan dicairkan," ujar Robert melalui keterangan resmi, Selasa (21/5).

Adapun, dana peremajaan bersumber langsung dari kas BPDPKS yang merupakan hasil dari pungutan hasil ekspor minyak sawit.

Untuk program replanting, BPBPKS memberikan dana hibah sebesar Rp25 juta per hektare (ha).

Robert mengungkapkan, dana yang itu akan digunakan untuk menunjang tahap peremajaan termasuk biaya pembersihan lahan memakai excavator dan membeli bibit untuk penanaman baru.

"Selama masa awal tanam hingga bisa panen, yakni sekitar tiga tahun, Musim Mas akan membantu petani mendapat penghasilan dari sumber lain," tutur Robert.

Keterlibatan perusahaan dalam program peremajaan merupakan implementasi dari komitmen pengelolaan industri sawit berkelanjutan.

"Pendampingan ini sangat penting karena sebagian besar lahan kelapa sawit adalah milik petani dan sebagian dari mereka masih belum memahami tata kelola yang tepat. Di situ peran kami untuk membenahi," ucapnya.

Dalam kegiatan bantuan peremajaan di Labuanbatu, total luas lahan yang tercakup ialah 58 ha dengan umur tanaman yang rata-rata sudah mencapai 29 tahun.

Tidak hanya Musim Mas, PT Unggul Widya Teknologi Lestari juga terus merealisasi program peremajaan tanaman kelapa sawit di kebun inti perusahaan dan juga rakyat di Baras, Sulawesi Barat.

Pada tahun ini, korporasi menargetkan melakukan replanting pada lahan kebun inti seluas 350 ha dan kebun plasma milik rakyat rakyat seluas 500 ha.

"Kami sudah menyiapkan 62.000 bibit dengan usia tujuh bulan. Bibit-bibit itu siap dipindahkan ke kebun pada usia 12 bulan," papar Manager Plasma PT UWTL Sugianto.

Perusahaan sengaja menyediakan bibit kepada para petani agar mereka bisa memperoleh bibit yang baik. Jika dilepas mencari bibit sendiri, tidak jarang petani yang tertipu, membeli bibit dengan kualitas yang tidak baik.

"Sawit itu intinya ada di bibit. Kalau bibitnya jelek, pasti nanti produktivitas tidak akan baik. Jangan sampai, setelah tanam dan menunggu empat tahun, ternyata hasilnya jelek, buahnya dikit. Kalau sudah begitu repot. Mau dilanjutkan, rugi. Mau ditanam ulang, butuh waktu lama lagi. Jadi soal bibit ini tidak boleh main-main karena satu bibit itu untuk 25 tahun ke depan. Kalau bibitnya asal, ya 25 tahun merugi," jelasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More