Selasa 21 Mei 2019, 07:55 WIB

Keutamaan Nilai Takwa, Iman, dan Amal

Ind/H-3 | TAFSIR AL-MISHBAH
Keutamaan Nilai Takwa, Iman, dan Amal

SENO
Quraish Shihab

"APAKAH orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya, Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?" Demikian dikatakan dalam surah Muhammad ayat 29. Ayat yang berbicara mengenai orang-orang kafir yang memusuhi Islam ini membuka pembahasan tafsir Al Misbah kali ini.

Merujuk pada ayat itu, seandainya Allah mau, akan ditunjukan pada nabi mengenai tanda-tanda orang yang musyrik itu. Akan tetapi, Allah tidak menunjukkannya sebab nabi mengetahui dari perkataan-perkataan mereka, dari gaya bicara mereka.

Hal itu ditegaskan Allah SWT dalam ayat 30. "Allah sesungguhnya Mahamengetahui segala perbuatan kamu."

Allah sesungguhnya akan menguji untuk mengetahui orang-orang yang benar berjihad di jalan Allah sehingga tampak yang jujur dan tidak.

Dijelaskan bahwa orang-orang musyrik ialah yang menghalangi manusia dari jalan Allah serta memusuhi rasul, setelah jelas petunjuk Allah bagi mereka. "Mereka tidak dapat memberikan mudarat kepada Allah sedikit pun dan Allah akan menghapus amal-amal mereka."

Allah akan menghapus segala amalan mereka di akhirat nanti, seperti sedekah yang mereka lakukan. Mereka tidak akan mendapatkan pahala untuk itu.

Bagi orang beriman, mereka diminta menaati Allah, menaati rasul, dan jangan merusak pahala serta amal-amal yang telah dilakukan. Itu karena orang-orang yang mati dalam keadaan kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah, Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka.

Namun, Allah juga menanamkan kepercayaan diri bagi orang beriman, seperti yang disebutkan dalam ayat ke-35. "Janganlah kamu lebih dan damai, padahal kedudukan kamu berada di atas dan Allah bersamamu. Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala-pahalamu."

Di sini dikatakan bahwa selama manusia bersama Allah, jangan pernah merasa ragu. Ketahuilah bahwa kehidupan dunia ini hakikatnya hanyalah permainan bagi orang-orang yang tidak beriman. Jika kamu bertakwa dan beriman, Allah akan memberikan pahala kepadamu serta tidak akan meminta harta-hartamu.

Selain pentingnya takwa dan iman, pada surah Muhammad Allah juga menekankan keutamaan beramal. "Jika Dia meminta hartamu dan mendesak kamu supaya memberikan semua hartamu, niscaya kamu akan kikir dan kedengkian akan muncul," demikian isi ayat ke-37.

Allah hanya minta 2,5% dari harta kita untuk diamalkan. Kalau lebih dari itu, akan menampakkan kecemburuan sosial. Orang-orang yang punya hendaknya menyisihkan hartanya sehingga akan terjalin hubungan antara yang berada dan tidak. Kalau tidak, akan ada kecemburuan sosial sehingga kedengkian akan muncul.

Diingatkan bahwa siapa pun yang kikir, sesungguhnya dia kikir terhadap diri sendiri sebab beramal sejatinya untuk kemaslahatan diri sendiri. Orang yang bersedekah, sama saja menitipkan hartanya pada orang lain supaya dia mendapatkan balasan di akhirat.

Allah tidak membutuhkan harta manusia. Allah Mahakaya. Sementara itu, manusia yang membutuhkan Allah. Apabila manusia berpaling dari Allah, Allah akan menggantikan dengan kaum lain yang tidak seperti itu. Ditafsirkan kaum yang mengganti itu lebih bertakwa dan taat. (Ind/H-3)

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Rabu, 18 Sep 2019 / 13 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dhuha : 06:20 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 18:59 WIB

PERNIK

Read More