Menjaga Keutuhan Bangsa

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Selasa, 21 Mei 2019, 07:50 WIB Ramadan
Menjaga Keutuhan Bangsa

ANTARA/ALOYSIUS JAROT NUGROHO
Seorang guru memimpin para santri dan santriwati membaca Alquran bersama di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al Mubarokah, Sempu, Andong, Boyo

ISLAM merupakan agama yang damai dan tidak memakai cara kekerasan. Oleh karena itu, umat islam diimbau agar sebaiknya menjauhi sikap dan tindakan yang berpotensi memecah belah kebersamaan. Apalagi, terlibat dalam hal yang mengancam keutuhan bernegara.

Demikian diutarakan oleh Habib Syahdu dalam acara buka puasa bersama warga Rumah Susun Bumi Cengkareng Indah, di Jakarta, pada Minggu (19/5).

"Sikap itu yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW saat menaklukkan Kota Mekah," sebut Habib Syahdu yang juga Ketua Habaib Muda Nusantara (Hadana).

Peristiwa yang dikenal dengan nama Fathu Mekah itu terjadi di bulan 10 Ramadan 8 Hijriah (630 Masehi). Saat itu, kaum kafir Quraisy begitu ketakutan dan diliputi kecemasan yang luar biasa saat puluhan ribu kaum muslimin berhasil mengepung Kota Mekah.

Mereka teringat sikap mereka sebelumnya yang telah menindas dan memperlakukan jahat Rasulullah beserta pengikutnya, hingga mereka hijrah ke Madinah.

Kaum kafir berpikir kaum muslimin akan membalasnya dengan hal yang sama. Namun, Nabi Muhammad SAW justru memerintahkan yang sebaliknya.

Rasulullah mengatakan itu bukanlah hari pembalasan karena penduduk Mekah telah mengusir Rasulullah. Hari itu justru menjadi hari kasih sayang dan beliau meminta agar semua orang dimaafkan.

"Islam pun menjadi kekuatan terbesar dalam kurun waktu di bawah 10 tahun di Mekah setelah peristiwa itu," tutur Habib Syahdu.

Tetap bersatu

Jihad Rasullah, ucapnya, ialah jihad kebenaran. Hal yang sama dilakukan kaum muslimin di Indonesia yang melawan penjajah. Semua tokoh agama dari berbagai unsur turut berperan. Para ulama, tokoh-tokoh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan rakyat Indonesia bangkit melawan penjajahan dan kolonialisme.

Ia meminta agar umat Islam untuk menolak ajakan-ajakan tindakan yang memecah belah bangsa. Kaum muslimin hendaknya berhati-hati dari ajakan yang berpotensi merusak.

"Para nabi tidak pernah mengangkat senjata terhadap sesama bangsa, sesama agama, dan sesama suku. Apalagi dengan sesama saudara kita, nauzubillah min zalik. Kita berlindung pada Allah dari ajakan-ajakan seperti itu," sahutnya.

Umat justru diminta mengedepankan kebersamaan seperti melakukan kegiatan bersama-sama buka bersama, taklim bersama. Menurut dia, siapa pun ustaznya, umat Islam harus tetap bersatu. Tidak pergi ke tempat-tempat yang mengajak perpecahan atau mengumbar eksklusivitas kelompok. "Semoga bangsa dan republik ini tetap terjaga," tutupnya. (H-3)

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Selasa, 18 Jun 2019 / 13 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dhuha : 06:20 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 18:59 WIB

PERNIK

Read More