Permadi akan Kembali Diperiksa Senin Pekan Depan

Penulis: Antara Pada: Selasa, 21 Mei 2019, 07:15 WIB Politik dan Hukum
Permadi akan Kembali Diperiksa Senin Pekan Depan

MI/RAMDANI
Politisi Partai Gerindra Permadi (tengah)

POLITISI Partai Gerindra Permadi dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan lanjutan terkait laporan dugaan tindak pidana makar di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Senin (27/5).  

"Yang di Cyber akan dilanjutkan Senin depan," kata Permadi usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Senin (20/5) tengah malam.    

Permadi menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka dugaan makar Eggi Sudjana selama 13 jam sejak pukul 10.00 hingga 23.00 WIB.          

Politisi senior itu menyatakan pemeriksaan untuk tersangka Eggi di Polda Metro Jaya dan terlapor Kivlan Zen di Mabes Polri, sudah selesai sementara waktu.   

"Kecuali ada perintah lain dari Mabes Polri," ujar Permadi.   

Baca juga: Polisi Periksa Permadi terkait Ujaran Kebencian

Pengacara Permadi, Hendarsam Marantoko, mengungkapkan pelaporan dugaan makar yang dituduhkan kepada kliennya berawal ketika pertemuan bersama Forum Rektor Indonesia dengan salah satu pimpinan DPR RI Fadli Zon, beberapa waktu lalu.    

Kepada penyidik, Hendarsam menjelaskan pertemuan pimpinan DPR dengan Permadi dan Forum Rektor Indonesia tersebut kegiatan tertutup dan terbatas mengenai pelaksanaan pemilu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.          

"Ini yang buat kita jelaskan kepada penyidik ada perbedaan," ujar Hendarsam.    

Menurut Hendarsam, pertemuan itu bersifat akademis sehingga pihak kepolisian tidak dapat memproses hukum.   

Sebelumnya, Permadi dilaporkan politisi PDI Perjuangan, Stefanus Asat Gusma ke Polda Metro Jaya terkait dugaan tindakan makar pada Jumat (10/5). (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More