Selasa 21 Mei 2019, 05:20 WIB

Pacu Investasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

mediaindonesia | Nusantara
 Pacu Investasi untuk Pertumbuhan Ekonomi

MI/ATET DWI PRAMADIA
anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun

 

PEMERINTAHAN Presiden Jokowi pada periode 2019-2024 mendatang harus mampu memacu pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen melalui investasi. Kunci penting untuk memacu investasi ialah membentuk tim ekonomi pemerintah yang benar-benar bisa dipercaya dan memahami visi Presiden Ketujuh RI tersebut.

Demikian disampaikan anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam sebuah diskusi, di Medan, kemarin. Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin itu menambahkan, tim ekonomi pemerintahan periode 2019-2024 harus mengerti pasar secara riil. "Yaitu bagaimana regulasi bisa berjalan dan mewujudkan cita-cita Presiden Jokowi," ujar Misbakhun.

Smentara Direktur IndoSterling Aset Manajemen F Stevan Purba menilai kondisi fundamental Indonesia saat ini masih baik meski ada pengaruh eksternal akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. "Investasi infrastruktur berpotensi mendongkrak pertumbuhan ekonomi mencapai tujuh persen dan masih butuh lebih banyak lagi," ujarnya.

Namun, kata Stevan, ada hal lain yang memerlukan perhatian serius. Yakni infrastruktur lunak yang dapat melengkapi kenaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Meningkatnya infrastruktur yang diiringi dengan infrastruktur lunak lalu dipadukan dengan teknologi bisa digunakan untuk membangun infrastruktur ke depan," katanya.

Terkait ini, Hanlim Power siap investasi membangun pembangkit listrik tenaga gas berskala besar di Sumatra Utara (Sumut). Wagub Sumut, Musa Rajekshah, menuturkan CEO/Chairman Hanlim Coorporation sudah bertandang ke Sumut. Setelah melihat beberapa tempat, Hanlim menyatakan keinginannya membangun pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) berkapasitas 4,8 giga watt di Sumut dengan nilai investasi sekitar US$ 5,5 miliar. Wagub Musa memastikan, pihaknya sangat mendukung karena dapat mendorong percepatan pembangunan di daerahnya. (PS/YP/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More