Selasa 21 Mei 2019, 02:50 WIB

Maisie Williams Berjuang Melawan Kesedihan

Irana Shalindra | Humaniora
Maisie Williams Berjuang Melawan Kesedihan

AFP
Aktris Maisie Williams

 

ADA suatu periode panjang dalam kehidupan aktris Maisie Williams ketika nyaris setiap hari ia mengatakan kepada dirinya, betapa ia membenci dirinya sendiri.

Bintang serial populer Game of Thrones itu mengatakan tumbuh dengan sorotan mata publik membuat dia tertekan harus berpura-pura bahwa semua baik-baik saja. Padahal, ia sebenarnya merasa tidak terlalu bahagia.

"Saya sampai pada titik ketika tengah berbicara dengan teman-teman, tapi pikiran saya akan berlari, berlari, dan berlari, memikirkan semua hal bodoh yang saya katakan dalam hidup saya dan betapa semua orang yang telah melihat saya dengan cara tertentu. Pikiran-pikiran itu terus berlomba-lomba dalam benak saya," kata Maisie di podcast Happy Place Fearne Cotton, seperti dilansir situs BBC.com.

"Kurasa kita semua familier dengan hal itu, mengatakan hal-hal buruk kepada diri kita sendiri," imbuh dara berusia 22 tahun tersebut.

Maisie yang memulai debutnya di Game of Thrones dari 10 tahun lalu itu mengaku, dirinya yang dulu merasa tidak mungkin untuk mengabaikan apa yang orang-orang katakan tentang dirinya di media sosial.

"Itu sangat mengganggu saya, memikirkan adanya komentar-komentar konstan dalam ponsel di saku belakang celana, tentang apa yang orang-orang pikirkan tentang saya," tuturnya.

Gangguan itu tersebut kemudian sampai pada satu fase yang membuat Masie akhirnya malah seolah-olah mendambakan segala komentar-komentar negatif agar dirinya bisa 'tenggelam' dalam lubang kesedihan. "Benar-benar hal yang aneh bahwa hal tersebut lambat laun mengonsumsi dirimu."

Untungnya, pemilik nama lengkap Margaret Constance Williams itu kini mulai dapat menanggalkan kondisi mental tersebut. "Aku baru saja menjauh dari itu semua."

 

Mengubah pertanyaan

Meski demikian, Masie mengakui bahwa masih ada tempo saat ia berbaring di tempat tidur pada malam hari dan mengatakan pada dirinya mengenai hal-hal yang ia benci tentang dirinya tersebut. "Saya pikir begitu banyak masalah ini terkait dengan hal-hal di masa lalu Anda atau apa pun, serta segera setelah Anda mulai menggali dan mulai bertanya pada diri sendiri pertanyaan yang lebih besar daripada 'mengapa saya membenci diri sendiri', ini lebih seperti 'mengapa saya membuat diri saya merasakan cara ini?'."

Pemeran Arya Stark--salah satu tokoh Game of Thrones yang 'panjang umur'--itu melanjutkan, "Jawaban untuk semua pertanyaan ini benar-benar ada dalam diri Anda. Kedengarannya benar-benar hippy, klise, dan seperti 'cari di dalam dirimu untuk menemukan kedamaian', tetapi itu benar. Pada akhirnya, kamu membuat dirimu merasa seperti ini karena suatu alasan."

Kendati berhasil keluar dari periode ketika dia merasa sangat sedih, Maisie tetap menyimpan kekhawatiran bahwa ia mungkin pada suatu waktu akan tergelincir kembali ke dalamnya.

"Saya masih benar-benar berjuang dengan itu, benar-benar berjuang untuk membiarkan kesedihan membanjiri saya tanpa menghabisi saya.

Sangat sulit untuk merasa sedih dan tidak merasa sepenuhnya dikalahkan olehnya."

Untungnya, imbuh Maisie, ia sekarang memahami bahwa pada dasarnya semua orang sedikit sedih. "Itu benar-benar membuka mata bagi saya, tetapi semakin kita membicarakannya dan saling membantu, saya pikir itu sangat penting."

Maisie bukan hanya mengalami cyberbullying, dalam wawancara dengan The Guardian juga Maisie dengan blak-blakan mengungkapkan perundungan yang dialaminya saat masih bersekolah. "Meninggalkan sekolah (untuk syuting), kemudian kembali dan mengalami hal-hal buruk ini membuat saya sempat jadi skeptis terhadap orang-orang. Saya melewati fase yang sangat gelap, berpikir bahwa segala sesuatunya mengerikan."

Namun, segala peristiwa tersebut tidak menyurutkan semangatnya berakting. Terbukti, Maisie, yang juga dikenal bersahabat karib dengan aktris Sophie Turner, mampu menggondol sejumlah penghargaan, bukan hanya lewat aktingnya di Game of Thrones, melainkan juga film lain seperti The Falling. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More