Senin 20 Mei 2019, 21:25 WIB

ISEI Promosikan Sawit dan Kopi Indonesia ke Swiss

Nur Aivanni | Ekonomi
ISEI Promosikan Sawit dan Kopi Indonesia ke Swiss

antara
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Halim Alamsyah

 

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Halim Alamsyah mengatakanperekonomian Indonesia tengah menghadapi tantangan yang tidak mudah. Selain perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok, kebijakan sejumlah negara maju yang semakin memproteksi ekonomi dalam negerinya telah merugikan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Gejolak ekonomi global tersebut, kata Halim, kemudian berimbas pada kinerja ekspor Indonesia. Selain tertekan oleh permintaan dunia yang melambat, ekspor komoditas Indonesia juga tertekan oleh isu-isu negatif terutama terkait lingkungan.

Untuk mendorong kinerja ekspor Indonesia tersebut, lanjut Halim, ISEI melakukan serangkaian program kegiatan untuk menepis isu negatif dan memperkenalkan produk unggulan ekspor Indonesia. Dalam hal itu, ISEI menggandeng KBRI di beberapa negara untuk menyampaikan potensi ekonomi Indonesia, salah satunya ke Swiss.

"Kita berharap melalui Swiss, Indonesia bisa memasuki berbagai negara di sekitarnya sehingga Swiss bisa menjadi pintu masuk barang-barang kita," kata Halim di Jakarta, Senin (20/5).

Sebagai informasi, Swiss merupakan negara terbesar ketiga dari Eropa yang menanamkan investasinya di Indonesia. Ada 150 perusahaan di Indonesia yang berasal dari negara tersebut.

Selain menjelaskan mengenai industri minyak kelapa sawit (CPO) yang berkelanjutan, terang Halim, pihaknya juga memperkenalkan produk unggulan Indonesia terutama kopi kepada Swiss. Tak hanya itu, pihaknya juga memperkenalkan produk-produk kerajinan Indonesia. (A-3)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Perkuat Kebijakan Stabilitas Nilai Tukar

👤Hilda Julaika 🕔Senin 30 Maret 2020, 05:20 WIB
Ada potensi para investor yang sudah membeli saham pada pekan ini akan melepas kembali saham...
ANTARA FOTO/Ampelsa

Kementan-Kemendag Sepakat soal Impor Bawang

👤E-3 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:20 WIB
Kementerian Pertanian pun telah menerbitkan RIPH bawang putih sebanyak 450 ribu ton kepada 54 importir dan 227 ribu ton untuk bawang bombai...
Sumber: OJK/NRC

Relaksasi Kredit hanya untuk Debitur Terdampak

👤M Ilham Ramadhan 🕔Senin 30 Maret 2020, 00:00 WIB
Perlu aturan teknis yang lebih detail guna memperjelas batasan nasabah atau debitur yang berhak menerima relaksasi ...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya