Senin 20 Mei 2019, 20:35 WIB

Semua ini untuk Puppy, John (Wick)?

Fathurrozak | Weekend
Semua ini untuk Puppy, John (Wick)?

IMDB
Aktor Keanu Reeves, Yayan Ruhian, dan Cecep Arif Rahman

Pada babak perdana John Wick (2014), ia dimitoskan sebagai seorang assassin (pembunuh bayaran) yang mampu membunuh tiga orang di bar hanya dengan sebuah pensil. Itu kemudian kembali didongengkan pada pembukaan Chapter 2 (2017) yang juga memasang adegan Jonathan 'John' Wick (Keanu Reeves) menghabisi nyawa dua orang sekaligus hanya dengan sebuah pensil, saat memburu Santino D'Antonio, orang yang membuka kontrak untuk membunuh John dengan angka US$7 juta.

Linimasa John Wick Chapter 3: Parabellum dimulai dengan John berstatus excommunicado --semacam orang yang terbuang dari komunitasnya. Itu lantaran ia membunuh Santino di Hotel Continental, tempat netral yang mengharamkan membunuh nyawa anggota High Table --organisasi yang membawahkan sindikat assassin.
 
Alhasil, nilai untuk nyawanya yang sejak mula bernilai fantastis, kini digandakan menjadi US$14 juta, memantik semangat para bounty hunter untuk menghabisinya, meski mereka tahu yang dihadapinya ialah Baba Yaga alias The Boogeyman alias John Wick. Korban pertamanya, pada babak ini, bukan mati sebab pensil lagi, tetapi oleh duel di perpustakaan umum New York hanya dengan sebuah buku tebal, untuk orang berpostur dua meter lebih, diperankan atlet NBA Boban Marjanovic.

Parabellum, diambil dari bahasa latin yang memiliki arti bersiap untuk berperang, pada konteks Si vis pacem, para bellum atau kurang lebih 'Jika menginginkan damai, bersiaplah untuk berperang'. Kalimat itu diucapkan Winston (Ian McShane) si pemimpin Continental.

Pada bab awal (2014) pengenalan tokoh Wick, ia dikisahkan telah lima tahun pensiun dari perburuan. Ia hidup bahagia dan menikahi Helen. Namun, tak berselang lama istrinya meninggal dan Wick ditinggali seekor anjing.  Anjing hadiah istrinya justru mati saat insiden perampokan mobil di rumahnya, oleh Iosef, anak Vigo Tarrasof, bos lama John Wick. Motif pada babak pertama ialah pembalasan dendam atas kematian anjing dan pencurian Mustang keluaran tahun 1969-nya.

Bab kedua (2017), John Wick didatangi Santino, yang menjaminnya untuk bisa menikmati masa pensiun. Kedatangan Santino, ialah untuk meminta John Wick membunuh Giani, saudari Santino sebagai penguasa New York di bawah kekuasaan High Table. Namun, setelah membakar rumah Wick dan mengumumkan buka kontrak untuk perburuan nyawanya, Santino mengundang petaka untuk dirinya, meski John tahu konsekuensi bila ia menghabisi wakil High Table, apa lagi dilakukan di kawasan netral berbisnis.

Parabellum jadi bab konsekuensi yang harus ditanggung John Wick atas perbuatannya. Ia pun mengontak beberapa kawan lamanya, salah satunya, sosok perempuan (diperankan Anjelica Houston) di teater New York, yang memanggilnya Jardani. John Wick tampaknya tahu saat itu, keberlangsungan nyawanya menjadi incaran langsung oleh High Table. Oleh sebab itu, ia minta pada kawan lamanya untuk mendapat tiket, pergi ke Casablanca, Maroko. Anjelica bertanya pada John Wick, "Untuk apa semua ini? Karena anak anjing itu?"

Sisi humor, koreografi, dan kejar laba
Parabellum menjadi suguhan kebrutalan Baba Yaga dengan sentuhan yang lebih berkembang. Pada bab satu dan kedua, kita selalu melihat Keanu menembak kepala lawan-lawannya. Di Parabellum, sutradara Chad Stahelski --yang dulunya seorang stuntman-- membubuhkan sentuhan koreografi laga yang lebih berirama dan beritme.

Memang pergerakan Keanu terlihat menjadi agak lambat dalam duel-duelnya, tetapi perkelahian yang bukan hanya mengandalkan senjata api ini memberi suspensi yang lebih sadistik. Menggunakan pisau, atau melempar kapak ke kepala lawannya.

Aktor laga senior, Mark Dacascos, yang berperan sebagai pemimpin salah satu assassin pemburu terdepan John Wick, bahkan dipoles dengan karakter yang sedikit agak nyeleneh. Ia berwatak dingin, namun punya sisi ke-fandoman pada sosok legenda dan mitos John Wick. Ini menjadi sisi humor yang cukup mengurai ketegangan. Atau memanfaatkan sepakan-sepakan kuda sebagai bagian dari koreografi berduel.

Tak kalah mencuri perhatian tentunya ialah duo aktor Indonesia Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman, yang berperan sebagai anak buah Dacascos. Saat duel melawan Keanu, sempat ada dialog sebelum pertarungan yang rasanya mengubah nuansa film ini. Mungkin, karena yang menonton punya relasi kultur bahasa yang sama.

BACA JUGA: 7 Tontonan Netflix untuk Ngabuburit

Sebagai waralaba yang didistribusikan secara global, Parabellum tampaknya juga ingin mengejar laba yang lebih meningkat dibandingkan dengan dua pendahulunya. Memasukkan Yayan dan Cecep, bisa jadi juga bagian dari strategi bisnis kejar laba lewat pasar sinema Indonesia yang cukup punya daya.

Intrik antara John sendiri dengan kawannya Winston, atau pertemuannya dengan Sofia (Halle Berry), yang membantunya saat di Maroko, potensi ancaman dari High Table yang terpantau oleh sang ajudikator (Asia Kate Dillon), dan relasinya dengan King Bowery (Laurence Fishburne) tampaknya bakal jadi bangunan linimasa John Wick bab empat. Mari tunggu saja, sebab John Wick tidak pernah benar-benar pensiun, dan mati. (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More