Moeldoko: Intelijen Gagalkan Penyelundupan Senjata untuk 22 Mei

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Senin, 20 Mei 2019, 19:33 WIB Politik dan Hukum
Moeldoko: Intelijen Gagalkan Penyelundupan Senjata untuk 22 Mei

MI/ROMMY PUJIANTO
Kepala Staf Kantor Kepresidenan Moeldoko

KEPALA Staf Presiden Moeldoko menyatakan bahwa aparat kepolisian sudah menangkap sejumlah terduga teroris berikut senjata mereka. Termasuk upaya penyeludupan senjata yang berhasil digagalkan intelijen.

"Tujuannya untuk mengacaukan situasi. Bisa menembak ke kerumunan akhirnya seolah-olah tembakan dari aparat kemananan, TNI-Polri. Itu menjadi trigger berawalnya sebuah kondisi chaos," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/5).

Ia pun kembali menegaskan bahwa ada upaya kelompok teroris yang ingin memanfaatkan situasi saat pengerahan massa menjelang pengumuman hasil rekapitulasi pemilu pada 22 Mei. Kelompok tersebut, jelas Moeldoko, berupaya memancing kerusuhan di tengah lautan massa yang akan menghadiri aksi protes tersebut.

"Ada kelompok teroris, kelompok yang ingin membuat trigger ya menjadikan martir, sehingga nanti akan menjadi titik awal melakukan anarkis. Senjatanya sudah kami sita," ujarnya.

Baca juga: Kopassus Dilibatkan dalam Pengamanan Pengumuman Hasil Pemilu

Menimang situasi tersebut, Moeldoko mengimbau masyarakat agar menghindari pusat keramaian pada 22 Mei. Pasalnya, kendati kepolian telah melakukan tindakan preventif, potensi ancaman masih tetap ada.

"Semua yang kami katakan bukan bualan, bukan nakut-nakutin. Kami justru memberikan informasi yang sesungguhnya pada masyaraat agar bisa menentukan harus bagaimana.

Kalau memang menuju pada suatu area tertentu membahyakan, ya jangan datang," imbuhnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More