Indonesia-Brazil Buka Peluang Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Senin, 20 Mei 2019, 15:34 WIB Ekonomi
Indonesia-Brazil Buka Peluang Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan

Dok. Humas Kementan
Bilateral Meeting Menteri Pertanian R.I Andi Amran Sulaiman Dengan Menteri Pertanian Brazil Tereza Cristina Di Ruang Rapat Menteri Pertanian

INDONESIA dan Brazil sepakat membuka peluang peningkatan kerja sama perdagangan yang lebih erat di masa mendatang. Kesepakatan itu diambil setelah Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaiman menerima kunjungan Menteri Pertanian Brasil Tereza Cristina Dias di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (20/5).

Amran mengungkapkan potensi besar dari kedua negara yang sangat mungkin dikerjasamakan dalam bidang perdagangan komoditas pertanian. Pasalnya, tiap-tiap negara memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda dalam menghasilkan produk-produk pangan.

"Kami sudah bicara. Brasil membuka peluang untuk memasukkan mangga, salak, nanas, sarang burung walet dari kita. Di sisi lain, Indonesia juga buka peluang impor daging dari Brasil. Kerja sama ini akan mampu menutupi kekurangan kebutuhan di negara masing-masing," ujar Amran di kantornya, Jakarta, Senin (20/5).

Baca juga: Kementan Libatkan Perbankan Kejar Target Swasembada Bawang Putih

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Amran juga mengajak Brazil berinvestasi di Indonesia pada sektor pertanian dan peternakan. Sebagai produsen gula terbesar dunia, ucap Amran, Brazil pasti memiliki pengalaman dan pengetahuan yang jauh lebih baik di atas Indonesia.

Begitu pun di bidang peternakan, Brazil dianggap sebagai salah satu produsen dan eksportir daging sapi terbesar dunia.

"Dengan semua kelebihan itu, kita ajak mereka transfer teknologi, tukar pengalaman," tuturnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More