Senin 20 Mei 2019, 15:08 WIB

Palsukan Kedaluwarsa, Ribuan Kopi Merek Pak Belalang Disita

Indriyani Astuti | Humaniora
Palsukan Kedaluwarsa, Ribuan Kopi Merek Pak Belalang Disita

MI/INDRIYANI ASTUTI
Konferensi pers pengawasan pangan selama Ramadan di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), Jakarta pada Senin (20/5).

 

BALAI Besar POM di Jakarta bersama Korwas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya melakukan penindakan terhadap sarana importir distributor pangan di Jakarta Selatan pada 16-17 Mei 2019. 

Dalam penindakan tersebut, petugas menemukan lebih dari 190.000 saset produk kopi merek Pak Belalang berbagai varian yang diduga telah diubah tanggal kedaluwarsanya. 

Pelaku menghapus 2 digit tahun kedaluwarsa pada label produk dan/atau menggunting label kedaluwarsa pada kemasan sachet produk. Nilai ekonomi dari seluruh barang bukti produk yang disita diperkirakan mencapai Rp1,4 miliar.

Kepala Badan POM Penny K. Lukito menyatakan bahwa Badan POM akan mencabut Nomor Izin Edar (NIE) produk kopi Pak Belalang karena melakukan pelanggaran administratif dan pidana, serta menindak lanjuti dengan pro-justitia, karena melanggar Pasal 99 jucto pasal 143 Undang-Undang No.18 tahun 2012 tentang Pangan. Badan POM juga akan mengembangkan temuan ini kepada pihak-pihak terkait yang berkontribusi terhadap pelanggaran tersebut.

“Badan POM tidak segan untuk menindak siapa pun yang dengan sengaja melanggar peraturan dengan melakukan kejahatan obat dan makanan,” tegas Kepala Badan POM.

Baca juga: Badan POM Sita Produk Pangan Ilegal Senilai Rp61 Miliar

Hasil penelusuran terhadap produk kopi Pak Belalang, kata Penny, menunjukkan pelaku melakukan setidaknya tiga pelanggaran lainnya, yaitu lebih jauh lagi pertama, kopi ini diimpor dari luar negeri tanpa memiliki Surat Keterangan Impor (SKI) dari Badan POM. 

Kedua, pelaku juga mencantumkan tulisan “Rajanya Kopi Nusantara”, padahal produk tersebut merupakan produk impor, dan ketiga label produk tidak sesuai dengan yang disetujui oleh Badan POM, termasuk dengan sengaja mengubah tanggal kedaluwarsa.

"Perbuatan pelaku, selain dapat membahayakan kesehatan bagi yang mengonsumsi produk, juga mengabaikan prinsip keamanan pangan, merusak pasaran kopi Indonesia, dan berdampak terhadap pendapatan negara," ucapnya.

Karena tindak kejahatan di bidang obat dan makanan marak, BPOM mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih pangan yang akan dikonsumsi.

Petugas juga menemukan peralatan yang digunakan untuk menghapus/mengganti label kedaluwarsa tersebut. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More