Demokrat Hormati Pilihan Ferdinand Mundur dari BPN

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Senin, 20 Mei 2019, 09:54 WIB Politik dan Hukum
Demokrat Hormati Pilihan Ferdinand Mundur dari BPN

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan

SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan angkat bicara atas keputusan Direktur Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mundur dari juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

"Enggak masalah. Saya kira sikap dia harus dihormati. Di Demokrat kami hormati yang seperti itu. Statement-nya Ferdinand bisa saya rasakan sebagai bentuk protes ya, saya juga ikut protes, setuju saya dengan Ferdinand untuk jangan pernah membully Ibu Ani yang sakit," ungkapnya usai rekapitulasi di Gedung KPU, Senin (20/5) dini hari.

Hinca juga merasa apa yang disampaikan para buzzer di media sosial sangat kelewatan. Baginya, statement Ferdinand tersebut berdasarkan alasan pribadi, bukan atas nama partai.

"Saya sebagai sekjen partai yang mewakili partai, kami tidak berubah (dukungan), posisi kita di 02, tetap. Saya tidak pernah bilang kita keluar dan kita tetap berada disitu sampai selesai. Kami merasa komitmen itu, konsistensi itu tetap terjaga," jelasnya.

Baca juga: Ferdinand Setop Dukung Prabowo karena Pendukung 02 Bully Bu Ani

Hinca kemudian menanggapi reaksi BPN atas mundurnya Ferdinand sebagai jubir. Sejauh ini, BPN tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Tadi saya kontak juga teman-teman di sana (BPN) enggak ada masalah. Kami tetap komunikasi. Sekali lagi itu kan responnya terhadap buzzer yang berlebihan ya," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand menyatakan mundur sebagai juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) dan menarik perhatian publik. Ia merasa para pendukung 02 tidak menaruh simpati karena membully istri Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang sedang sakit.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More