Hakikat Surga dan Neraka

Penulis: Dhk/H-3 Pada: Senin, 20 Mei 2019, 07:48 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Hakikat Surga dan Neraka

MI/SENO
Quraish Shihab

"PERUMPAMAAN surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa. Di sana ada sungai-sungai yang airnya bersih, tidak berubah rasa dan baunya, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya. Di sana juga ada sungai-sungai madu yang murni tidak tercampur dengan sesuatu selainnya."

Begitulah penggambaran surga yang dijabarkan dalam ayat 15 Surah Muhammad. Ayat ini menguraikan ganjaran yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa.

Itu semua perumpamaan. Para ulama mengatakan itu hanya perumpamaan. Digambarkan ada sungai yang bersih, lalu ada minuman keras di surga yang bagi siapa pun itu berasa lezat jika diminum.

Di surga digambarkan juga ada sungai yang mengalir madu yang sudah jernih. Pesannya ialah minuman apa pun yang diberikan di surga terasa lezat. Begitulah perumpamaannya.

Namun, sebenarnya bukan kenikmatan jasmani seperti itu maksudnya. Yang digambarkan ialah keindahannya yang sedemikian rupa. Sesungguhnya yang ingin dikatakan ialah surga lebih indah dari itu dan keindahannya tidak terbayang atau terjangkau nalar manusia.

Surga yang digambarkan dalam ayat tersebut ialah kenikmatan jasmani. Ini semacam kiasan. Namun, kenikmatan rohani lebih tinggi dari kenikmatan jasmani. Contohnya, dapat ditemukan pada orangtua yang sedang haus tapi dia rela memberikan airnya kepada anaknya yang juga sedang kehausan. Walaupun nafsu orangtua itu sedang kehausan tapi dia rela memberi. Itu karena memberikan kenikmatan secara rohani.

Maka dari itu, kenikmatan jasmani sebenarnya tidak ada artinya karena itu sebabnya dalam Alquran dikatakan surga itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan rida Allah. Sesungguhnya, rida Allah lebih indah daripada surga.

Tak hanya surga, Allah juga menggambarkan neraka di ayat 15 Surah Muhammad. Apakah ganjaran surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa sama dengan orang-orang yang menyekutukan Allah di neraka? Di neraka, mereka digambarkan diberi minum dengan air yang sangat panas, bahkan sehingga bisa memotong usus mereka.

"Samakah mereka, orang yang mendapat kenikmatan surgawi dengan orang yang kekal dalam neraka, mereka terbakar oleh api neraka yang sangat panas dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga karena panas, ususnya terpotong-potong."

Gambaran itu sekali lagi merupakan perumpamaan. Karena kita tidak mengetahui siksa yang paling pedih, maka itulah contoh yang diberikan kepada kita. Itu karena kita tidak pernah tahu persis seperti apa siksaannya.

Yang jelas, surga ialah tempat kesenangan dan neraka tempat siksaan. Namun, janganlah Anda bertanya bagaimana nikmat dan siksa tersebut karena pada hakikatnya kita tidak tahu. Itu hanya perumpamaan.

Karena itu, kenalilah Allah menggunakan hati dengan cara membersihkan kalbu dan nalar. Pelajarilah makna kalimat lailahaillah, pelajari bukti-bukti kebenaran-Nya melalui argumentasi.

Kita percaya alam raya ini tercipta tidak mungkin tanpa adanya Sang Pencipta. Anda tidak perlu membuktikannya tetapi cukup dengan membersihkan hati agar sinar dari Allah dapat kita tangkap. Kita percaya bukan dengan mata tertutup, melainkan berdasarkan ilmu. (Dhk/H-3)

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Kamis, 20 Jun 2019 / 15 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dhuha : 06:20 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 18:59 WIB

PERNIK

Read More