Senin 20 Mei 2019, 06:55 WIB

Harmoni dalam Perbedaan Asal Usul

FU/X-7 | Humaniora
Harmoni dalam Perbedaan Asal Usul

ANTARA/AJI STYAWAN
Warga yang beragama Islam, Kristen, dan Katolik bersilaturahim dengan umat Buddha dalam perayaan Hari Raya Waisak 2563 BE/2019 di Dusun Thek

 

DETIK-DETIK perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 yang dipusatkan di Candi Borobudur berlangsung khidmat. Harapan sikap saling menghargai dan rukun antarsesama umat beragama menjadi pesan perdamaian untuk menjaga keberagaman dan persatuan Indonesia.

Ribuan umat Buddha bermeditasi saat detik-detik Waisak dengan ditandai pemukulan gong tiga kali pada pukul 04.11 WIB.

Seusai meditasi, gong dipukul sekali dan di saat bersamaan sayup-sayup terdengar suara peringatan sudah masuk waktu imsak dari masjid di sekitar candi.

Seusai detik-detik Waisak, ribuan umat Buddha melakukan Upacara Pradaksina dengan mengelilingi Candi Borobudur tiga kali diringi lagu Buddham Saranam Gacchami.

Setelah itu, mereka mendapatkan percikan air berkah.Biksu Tadisa Paramitha Mahastavira mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam dan berdoa untuk semua umat manusia agar berbahagia dan mendapat berkah keselamat-an dan keberuntungan.

"Kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah suci Ramadan bagi saudara kami yang muslim," katanya, kemarin.

Saat memimpin doa, ia pun menyeru seluruh umat manusia, khususnya umat Buddha, untuk terus menjalin persaudaraan dan menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia karena semua ialah saudara dalam kemanusiaan.

"Kita berbeda-beda asal usul, tapi kita satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, Indonesia," ajak Tadisa.

Dalam perayaan yang mengambil tema Pahami hati, tampakkan kesejatian diri dengan subtema Implementasikan Bodhisattvayana dengan berbagi dan melayani itu, Menteri Agama Lukman Saifuddin mengajak semua umat beragama berintrospeksi dan menyucikan diri untuk melakukan perubahan, mewujudkan kebahagiaan serta keharmonisan bersama di Indonesia.

Selain Menteri Agama, tampak hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Walubi S Hartarti Murdaya, dan Dewan Pembina Walubi Hasto Kristianto. (FU/X-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More