Warga Butuh Dana Fintech saat Ramadan

Penulis: Fetry Wuryasti fetry@mediaindonesia.com Pada: Senin, 20 Mei 2019, 07:20 WIB Ekonomi
 Warga Butuh Dana Fintech saat Ramadan

(Shutterstock)
Ilustrasi fintech

Masyarakat diduga menggunakan pinjaman jangka pendek untuk menalangi pembelian berbagai kebutuhan yang disegerakan.

PERMINTAAN pinjaman melalui layanan financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending saat Ramadan terus meningkat. Rata-rata permintaan tersebut sebagian besar untuk pembiayaan bersifat konsumtif dan produktif.

Kendati begitu, Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah belum dapat memerincikan besaran pertumbuhan tersebut. Bila dilihat dari tahun lalu, pertumbuhan permintaan penyaluran pada Ramadan hingga Lebaran sebesar 15%-20%.

Namun, ia meyakini dengan penambahan penyelenggara fintech, peningkatannya pada bulan suci kali ini bakal lebih dari pencapaian sebelumnya. "Angka pastinya kami lihat lagi," jelas dia di Jakarta, pekan lalu.

Dari sisi konsumsi, masyarakat diduga menggunakan pinjaman jangka pendek untuk menalangi pembelian berbagai kebutuhan yang disegerakan, semisal membeli tiket trasnportasi untuk mudik. Masyarakat dapat memanfaatkan fintech dengan jangka waktu pelunasan pada saat gaji turun maupun THR cair.

Selain itu, dana pinjaman juga dapat dimanfaatkan warga untuk membeli kebutuhan Lebaran dengan lebih nyaman. Dana pinjaman bisa menjadi modal untuk memperbanyak stok produksi bagi pelaku usaha mikro yang memanfaatkan platform e-commerce.

Pria yang kerap disapa Kus itu juga memprediksi seusai Lebaran masih bakal terjadi permintaan yang juga signifikan. Meski demikian, dirinya tidak dapat memastikan besaran pertumbuhan pertumbuhannya.

Terkait dengan bunga pinjaman, penentuan bunga di bulan puasa masih seperti biasa. Kus menilai masyarakat tidak perlu khawatir akan terlilit utang dengan bunga selangit.

Penyaluran pinjaman

Bunga pinjaman dibatasi maksimal 0,8% per hari dengan batas maksimal bunga dan biaya lain tidak lebih dari 100% dari nilai pinjaman. Sejumlah perusahaan fintech pendanaan juga berlomba meningkatkan kucuran dana.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas AFPI, Tumbur Pardede, mengimbuhkan, sebelum puasa pada Mei 2018, akumulasi penyaluran pinjaman meningkat 13,65 %. Selama puasa, yakni Juni 2018, akumulasi penyaluran pinjaman meningkat 24,03 %.

Setelah puasa, Juli 2018, jumlahnya meningkat sebesar 20,55%. "Untuk tahun ini, kami memperkirakan kenaikannya melebihi dari tahun lalu seiring bertambahnya jumlah penyelenggaraan fintech lending dan meningkatnya pemahaman masyarakat soal fintech lending," ujar Tumbur.

Salah satu fintech yang menyambut bulan suci Ramadan, yaitu Kredivo. Kartu kredit digital pertama di Indonesia ini meluncurkan fitur donasi yang memudahkan pengguna menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan langsung dari aplikasi Kredivo hanya dengan dua klik.

Layanan ini menjadi pelengkap fitur lain, seperti pembelian produk digital, metode pembayaran di e-commerce, serta pinjaman tunai dengan bunga hampir setara bank yang membantu masyarakat mengatur keuangan.

"Kredivo tidak mengenakan biaya administrasi maupun bunga untuk layanan donasi," ujar Head of Marketing Kredivo, Indina Andamari, melalui rilis yang diterima. Pengguna dapat berdonasi dengan metode pembayaran dalam 30 hari yang bebas bunga. (S-4)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More