Senin 20 Mei 2019, 05:40 WIB

Spirit Waisak Eratkan Tali Persaudaraan

Ferdian Ananda Majni ferdian@mediaindonesia.com | Humaniora
Spirit Waisak Eratkan Tali Persaudaraan

antara
perayaan waisak

 

SEJAK pukul 07.00 WIB, puluhan ribu umat Buddha di Tanah Air berbondong-bondong mendatangi sejumlah lokasi perayaan Hari Raya Waisak 2563 BE/2019, kemarin. Demikian juga dengan ribuan pemeluk agama Buddha di Wihara Ekayana Arama, Duri Kepa, Jakarta Barat.

Perayaan Waisak kali ini mengambil tema Mencintai Tanah Air Indonesia, dalam kasih Buddha kita semua bersaudara wujudkan masyarakat sejahtera.

Di wihara terbesar di Jakarta Barat itu, umat mengikuti kebajikan melalui ritual Pindapata atau memberikan persembahan kepada para biksu.

Kemudian, mereka melakukan puja bakti Waisak dengan melafalkan dan mengulang tekad untuk hidup bermoral. Mereka melakukan semua ritual itu dengan khidmat dan sukacita.

"Umat telah mempersiapkan batin mereka dalam menyambut Hari Waisak," ujar Ketua Panitia perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama, Ferry S Djongiarto.

Menurutnya, umat Buddha sadar bahwa merayakan Waisak bukan sekadar merenungkan kembali tiga peristiwa dalam kehidupan umat, yakni kelahiran, penerangan sempurna, dan kemangkatan Buddha.

"Akan tetapi, umat Buddha juga menjadi sadar agar dapat benar-benar mengikuti jejak Buddha dan mengamalkan ajaran-Nya," cetus Ferry.

Ia menjelaskan, Buddha mengajarkan kepada semua untuk menjaga pikiran, ucapan, dan tindakan penuh cinta kasih dan welas asih kepada sesama makhluk.

"Dari beragam suku, agama, ras, dan tradisi harus dapat merajut tali persaudaraan serta menjaga perdamaian," lanjutnya.

Perayaan Waisak ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Waisak yang telah diselenggarakan sebulan terakhir.

Pemandangan yang sama didapati di Wihara Dharma Suci di kawasan Pluit, Jakarta Utara. "Dari pagi kebaktian dulu, kemudian ada ceramah dari Bhikkhuni Zong Kai setelah itu pemercikan air suci, " jelas Julian, 26, salah seorang pengurus.

Dalam perayaan Waisak ini, ia berharap, semoga seluruh manusia dapat berbuat lebih baik dan dapat menjaga toleransi dengan umat agama lain dalam kehidupan sehari-hari.

Saat menghadiri perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengimbau agar masyarakat terus menjaga suasana damai setelah Pemilu 2019. Pasalnya, perbedaan pilihan politik tidak selayaknya menjadikan masyarakat Indonesia terpecah belah.

"Buddha telah mengajarkan kepada kita semuanya umat manusia pelajaran toleransi dan kebersamaan," serunya.

Antisipatif

Tak mau kecolongan, Kapolsek Tanjung Duren Komisaris Lambe P Birana memimpin langsung patroli pengamanan Hari Raya Waisak di Wilayah Polsek Tanjung Duren, Polres Metro Jakarta Barat.

"Personel Polsek Tanjung Duren ini all out dalam pengamanan Hari Raya Waisak. Ini bentuk antisipasi dan kesiapan kita," ucapnya.

Ratusan personel Polres Klaten, Jawa Tengah, juga dikerahkan untuk pengamanan detik-detik Waisak di pelataran Candi Sewu, Prambanan, Sabtu (18/5) malam.

Kapolres Klaten AKB Aries Andhi mengatakan anggotanya diterjunkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi sekitar 4.000 umat Budha dalam menjalani ibadah di sana. (Rif/JS/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More