Jembatan Ambruk, Aktivitas Warga Dua Desa di Sukabumi Terhambat

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Minggu, 19 Mei 2019, 21:55 WIB Nusantara
Jembatan Ambruk, Aktivitas Warga Dua Desa di Sukabumi Terhambat

MI/Benny Bastiandy
Jembatan Ambruk di Sukabumi

AKSES aktivitas masyarakat Desa Sukakersa dan Desa Sukatani di Kecamatan Parakabsalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tersendat sejak beberapa hari terakhir. Pasalnya, Jembatan Cileuleuy yang merupakan penghubung dua desa ambruk, Rabu (15/5) sekitar pukul 15.00 WIB bersamaan hujan deras.

"Kejadiannya saat hujan deras. Debit air tinggi hingga menggerus jembatan," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, Minggu (19/5).

Ambruknya jembatan yang memiliki panjang 15 meter dan lebar 6 meter itu membuat aktivitas masyarakat terhambat. Jembatan itu juga merupakan penghubung Kecamatan Parakansalak dengan Kecamatan Kalapanunggal.

"Kami sudah melakukan assesmen di lapangan," tuturnya.

Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri, mengaku sudah mengoordinasikan penanganan ambruknya Jembatan Cileuleuy dengan Dinas Pekerjaan Umum. Hasilnya, di lokasi bakal segera dibangun jembatan sementara untuk mendukung aktivitas masyarakat.


Baca juga: Wali Kota Bandung segera Evaluasi Pasar Kosambi Pascakebakaran

 
"Yang penting bisa dilalui dulu masyarakat. Sifatnya jembatan sementara sebelum nanti dibangun jembatan permanen," kata Iyos yang juga ex-officio Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi itu.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Asep Japar, akan mengkaji dulu sebagai dasar menbuat rencana pembangunan Jembatan Cileuleuy. Kajian dilakukan tim teknis selama masa tanggap darurat.

"Dari kajian ini akan ketahuan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun kembali jembatan. Kalau bisa cepat, kami rencanakan anggarannya dialokasikan pada APBD perubahan tahun ini. Tapi sebaliknya, kalau lama tentu harus dialokasikan pada APBD tahun depan," jelas mantan Kepala Dinas KUMKM dan Perdagangan Kabupaten Sukabumi ini.

Berdasarkan data, Jembatan Cileuleuy dibangun pada 1970. Asep menilai wajar konstruksi jembatan ambles karena dari sisi usia teknis sudah menyusut.

"Apalagi jembatannya menggunakan gorong-gorong. Kami rencananya membangun jembatan dengan konstruksi seperti pada umumnya," pungkasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More