Petahana Menang di Pemilu Australia

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Senin, 20 Mei 2019, 01:10 WIB Internasional
Petahana Menang di Pemilu Australia

AFP
Perdana Menteri Australia Scott Morrison

PERDANA Menteri Australia Scott Morrison beserta Koalisi Nasional Liberal kemarin secara mengejutkan berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan umum.

Koalisi tersebut mampu unggul dari Partai Buruh yang selama ini digadang-gadang menjadi nomor satu. Walaupun demikian, koalisi tersebut belum mampu menguasai parlemen.

Hasil terbaru yang belum lengkap dari Komisi Pemilihan Australia menunjukkan koalisi itu kekurangan lima kursi dari 76 kursi yang dibutuhkan untuk menjadi mayoritas di parlemen.

Sementara itu, proyeksi oleh jaringan televisi nasional ABC menunjukkan koalisi meraih 74 kursi.

Morrison, 51, mungkin masih harus bergantung pada barisan independen, yang mengutamakan kepentingan lingkungan, untuk mengesahkan undang-undang dan menjaga persatuan di dalam koalisinya.

Kurang solidnya kubu Morrison terlihat dari persaingan antara kubu sayap tengah dengan sayap kanan.

Kemenangan Morrison yang mengejutkan publik Australia itu dipuji oleh Presiden AS Donald Trump yang mengirimkan ucapan selamat melalui Twitter.

"Keduanya sudah berbicara melalui telepon setelah muncul hasil pemilu. Mereka sepakat untuk bekerja sama lebih erat," ungkap sumber di Gedung Putih.

Para sekutu Trump memang menggunakan kemenangan Morrison itu sebagai salah satu keunggulan kebijakan populisme di dunia.

 

Masalah ekonomi

Terlepas dari kemenangan politiknya, Morrison mungkin akan menghadapi masa tiga tahun kekuasaannya yang sulit.

Pertama, ia harus menghadapi prospek ekonomi yang menantang dan mencari cara untuk membayar anggaran berdasarkan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang rendah.

Setelah hampir tiga dekade mengalami pertumbuhan ekonomi yang kuat, ekonomi Australia kini menunjukkan tanda-tanda kemacetan.

Bank sentral Australia diperkirakan akan memangkas suku bunga dalam rapatnya bulan depan. Pemangkasan ini dalam upaya melawan penurunan pasar perumahan, upah stagnan, dan pasar tenaga kerja yang melemah.

Morrison tidak banyak membuat janji kepada pemilihnya di luar rencana memperpanjang pemotongan pajak.

Dia meraih kemenangan berkat kampanyenya yang tanpa henti dan disiplin. Di hadapan pemilih, dia memperingatkan bahwa oposisi utama, yaitu Partai Buruh akan memungut pajak dalam jumlah besar dan pemimpinnya, mantan pemimpin serikat buruh Bill Shorten, tidak dapat dipercaya.

Pola kampanye Morrison tersebut didukung banyak warga yang sekaligus menjadi kritik terhadap pola kampanye Partai Buruh yang dinilai tidak mampu memaparkan kebijakan mereka dengan jelas.

Di Queensland yang kaya batu bara misalnya, para pemilih mendukung proyek-proyek pertambangan baru yang akan membuka lapangan kerja walaupun rencana itu sangat ditentang di tempat lain di Australia.

Kubu di dalam koalisi Morrison berbeda pendapat tentang hubungan industri dan pengelolaan lingkungan.

Beberapa menuntut pelonggaran peraturan eksplorasi bahan bakar fosil. Sementara itu, kaum moderat mengisyaratkan pemikiran ulang tentang skeptisisme partai tentang masalah iklim.

Di sisi lain, akibat kekalahan Partai Buruh, Bill Shorten langsung mundur dari kursi ketua.

Sejumlah tokoh kini berlomba maju, termasuk politikus senior Anthony Albanese.

Partai Buruh sejauh ini masih menganggap pola kampanyenya tepat walaupun dikritik terlalu detail dan menjadi sasaran empuk bagi petahana. (AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More