Senin 20 Mei 2019, 00:30 WIB

Rob, Petaka tak Berkesudahan di Pantura

MI | Nusantara
Rob, Petaka tak Berkesudahan di Pantura

MI/Akhmad Safuan
Rob di Pantura

 

BENCANA banjir akibat air laut pasang atau dikenal dengan istilah rob masih menjadi ancaman serius di beberapa daerah di sepanjang pantura Jawa Tengah.

Seperti di Jepara, Demak, Semarang, Batang, Pekalongan, Tegal, dan Brebes, rob kerap menyebabkan kerusakan lingkungan cukup parah hingga mengakibatkan kerugian besar yang harus dipikul pemerintah dan warga di pesisir utara.

Namun, bagi anak-anak di wilayah itu, rob menjadi mainan yang menarik. Seperti dilakoni tiga bocah berusia 6-8 tahun di Desa Tugu, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Mereka asyik bermain dan berenang di banjir rob yang melanda kawasan itu setiap menjelang sore. Mereka berenang di jalan utama desa yang terendam hingga setinggi 70 sentimeter (cm).

Tawa dan canda mereka kian keras ketika dua bocah lain ikut bergabung, sedangkan warga yang melintas mengendarai mobil dan sepeda motor memilih mengambil jalur lain yang genangannya lebih rendah.

Beberapa bulan lalu, jalan itu telah ditinggikan dengan timbunan tanah hingga 50 cm sepanjang satu kilometer. Hal itu dilakukan untuk mengatasi banjir yang selama ini sudah menjadi langganan.

Di jalur pantura, tepatnya di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Demak, juga baru saja selesai dilakukan pengecoran untuk meninggikan badan jalan hingga 50 cm karena menjadi biang kemacetan panjang akibat banjir rob.

"Selain selalu kebanjiran hingga 50 cm saat rob, jalan sepanjang 400 meter ini juga rusak parah akibat selalu terendam banjir," kata PPK Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Jawa Tengah, Januar Fajar Rinaldi.

Di wilayah Demak ini, rob menjadi cerita buruk yang masih terus membayangi warga. Pasalnya, rob telah menenggelamkan dua dusun, yakni Senik dan Tambaksari, Kecamatan Sayung.

Sebanyak 208 keluarga terpaksa harus direlokasi ke desa lain yang lebih aman. Kini area dua dusun tersebut dihuni ribuan burung bangau setelah menjadi hutan mangrove.

Rob hingga kini masih tetap menjadi ancaman serius bagi warga pesisir pantura. Berdasarkan catatan, abrasi pantai akibat rob di Demak telah mencapai 495,80 hektare dan telah menghilangkan 5 meter bibir pantai di sepanjang 39 kilometer garis pantai di Batang. (Akhmad Safuan/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More