Waspadai Tanah Longsor saat Mudik Lebaran

Penulis: Kristiadi Pada: Senin, 20 Mei 2019, 00:10 WIB Nusantara
Waspadai Tanah Longsor saat Mudik Lebaran

MI/Adi Kristiadi
Tanah Longsor di Tasikmalaya

JALUR alternatif lintas selatan Tasikmalaya menuju Garut, Jawa Barat, rawan terjadi longsor yang memicu kecelakaan. Kondisi itu diperparah kurangnya penerangan jalan umum.

Padahal, penerangan jalan sangat dibutuhkan para pemudik saat melintasi jalan tersebut. "Memang, jalan alternatif melalui Singaparna menuju Garut tidak pernah ada rambu lalu lintas, termasuk penerangan jalan umum. Padahal, semua pengendara yang melalui jalan alternatif membutuhkan penerangan," kata warga Singaparna, Rudiawan, 57, kemarin.

Dia menambahkan, saat hujan deras, Jalan Salawu menuju Garut selama ini rawan terjadi tanah longsor dan beberapa kali menutup badan jalan. Di jalan itu juga kerap terjadi kecelakaan akibat tidak adanya penerangan serta marka jalan yang tidak bisa terlihat jelas karena kondisi jalan bergelombang.

"Memang selama ini masyarakat sering kali mengajukan untuk pemasangan penerangan jalan umum di sepanjang jalur Salawu menuju Garut, tetapi tidak ada realisasinya," terangnya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, Ajun Komisaris Haryanto, mengatakan menjelang arus mudik nanti, jalan alternatif lintas selatan dari Kecamatan Singaparna melalui Salawu arah Kabupaten Garut, belum ada perbaikan dan masih bergelombang.

"Kami akan tetap berkoordinasi dengan dinas setempat untuk menyiapkan alat berat berupa beko, mengingat sepanjang Jalan Salawu arah Garut, jika turun hujan, rawan terjadi tanah longsor dan pohon tumbang. Saya meminta agar para pemudik yang melalui jalan alternatif Salawu menuju Garut tetap waspada," paparnya.

 

Waspadai

Sementara itu, sejumlah titik di ruas jalan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus diwaspadai karena rawan kecelakaan. Titik-titik tersebut tersebar di ruas-ruas jalan penghubung dengan daerah lain, seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bogor.

"Jalur mudik yang rawan kecelakaan kebanyakan berada di wilayah timur, seperti Ciranjang, Tungturunan, Karang Tengah, dan jalur Sukaluyu. Titik rawan kecelakaan lainnya berada di jalur Gekbrong yang berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi serta jalur Cipanas-Puncak yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor," terang Kapolres Cianjur Ajun Komisaris Besar Soliyah, kemarin.

Pada Operasi Ketupat Lodaya 2019 nanti, lanjutnya, Polres Cianjur akan membuat 19 pos di beberapa lokasi. Pos-pos tersebut terdiri dari 12 pos pengamanan, 6 pos pelayanan kesehatan, dan 1 pos pengamanan terpadu.

"Selain mewapadai titik-titik rawan kecelakaan lalu lintas, kami juga memetakan jalur rawan kemacetan. Wilayah yang cukup berpotensi terjadi kemacetan berada di Ciranjang. Di wilayah itu tidak terdapat jalur alternatif. Kami tentu akan menggunakan berbagai rekayasa lalu lintas, misalnya sistem buka-tutup, contraflow, dan sistem one way," tegasnya.

Di lain hal, dalam menghadapi mudik Lebaran, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumatra Utara (Sumut) akan mengoperasikan 40 gerbong kereta api. Sejauh ini, PT KAI Divre I Sumut mencatat pemesanan tiket KA dengan berbagai jurusan di wilayah Sumut hingga pada 16 Mei 2019 sudah terjual sebanyak 40.395 kursi atau 27%.

"Pesanan tiket kereta api Lebaran Sumut 2019 terus naik atau sudah 27% dari 152.152 kursi yang tersedia," ungkap Manager Humas KAI Divre I Sumut, M Ilud Siregar, kemarin. (BB/PS/DG/DW/AS/LD/JS/RF/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More