Golkar Tolak Gerakan People Power

Penulis: Putra Ananda Pada: Minggu, 19 Mei 2019, 19:25 WIB Politik dan Hukum
Golkar Tolak Gerakan People Power

KETUA Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat berbuka puasa bersama dengan Presiden Jokowi

KETUA Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto menegaskan partainya menolak dengan keras gerakan people power pada 22 Mei mendatang. Gerakan people power disinyalir merupakan gerakan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Pernyataan tersebut ia ungkapkan saat berpidato dalam acara buka bersama Partai Golkar dengan Presiden Joko Widodo yang berlangsung di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (19/5).

"Golkar harus menjadi terdepam melawan pihak-pihak perusak kesatuan bangsa. Dengan tegas saya katakan Golkar menolak adanya gerakan people power yang tidak menerima hasil Pemilu (Pemilihan Umum) 2019," ujar Airlangga.

Airlangga melanjutkan, setiap pihak harus menghormati hasil Pemilu. 80% rakyat Indonesia telah menggunakan hak pilihnya yang semakin mempertegas legitimasi Pemilu. Golkar mendorong kepada pihak-pihak yang kurang puas dengan Pemilu bisa menyampaikannya sesuai dengan aturan yang sudah diatur dalam UU Pemilu.


Baca juga: Hendropriyono Sebut Ada Rencana Kudeta Pemerintah Saat 22 Mei


"Golkar menegaskan pada pihak yang kurang puas dapat mengadu ke Bawaslu atau Mahkamah Konstitusi (MK), bukan mencari solusi di jalanan melalui cara people power," paparnya.

Airlangga memaparkan Jokowi merupakan calon presiden pertama yang bethasil dimenangkan oleh Golkar pasca era reformasi. Setiap kader Golkar baik di tingkat pengurus desa hingga ke tingkat senior telah bergerak total menangkan Jokowi-Ma'ruf.

"Untuk itu kemenanngan ini harus terus dijaga. Saya imbau kader Golkar konsisten lakukan perjuangan mengawal kepemimpinan Jokowi di periode kedua," ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, para sekjen koalisi TKN serta segenap pengurus dan fungsionaris Partai Golkar antara lain Akbar Tandjung dan Agung Laksono. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More