Minggu 19 Mei 2019, 17:20 WIB

Guru SD Honorer di Madura Ditangkap karena Ancam Membunuh Jokowi

Antara | Nusantara
Guru SD Honorer di Madura Ditangkap karena Ancam Membunuh Jokowi

ANTARA
Chairil Anwar (tengah) yang mengancam akan membunuh Presiden Jokowi

 

KEPOLISIAN Daerah Jawa Timur menangkap seorang guru sekolah dasar (SD) honorer asal Pamekasan, Madura, Chairil Anwar, yang mengancam membunuh Presiden Joko Widodo lewat akun Facebook miliknya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, saat merilis penangkapan itu di Mapolda setempat, Minggu (19/5), mengatakan, pelaku memakai akun atas nama Putra Kurniawan untuk mengancam presiden dan menghina tokoh-tokoh lain.   

"Dia menghina Menko Polhukam (Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto) dan Presiden Jokowi. Kami akan rumuskan ke ahli bahasa dan pidana setelah ini," ujarnya.

Menurut Barung, pelaku mengaku mengancam presiden karena ikut-ikutan ramainya politik serta menantang polisi untuk menangkapnya.  


Baca juga: Wabup Limapuluh Kota Minta Warga tidak ke Jakarta


Di tempat sama, Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Cecep Susatya, mengatakan, pelaku ditangkap setelah kepolisian mendapat laporan terkait adanya ujaran kebencian terhadap presiden pada 9 Mei 2019.  

"Kami profiling ternyata memakai akun Putra Kurniawan, guru SD honorer. Pada Sabtu, 18 Mei lalu kami menangkap di tempat kerjanya di sekolah dasar," ucapnya.  

Sementara itu, pelaku pengancam Chairil Anwar mengaku nekat mengunggah ujaran kebencian dan mengancam presiden hanya untuk ikut-ikutan.    

"kut-ikutan politik saja," katanya singkat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dua pasal yakni Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45 a Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More