Minggu 19 Mei 2019, 16:50 WIB

Manchester City Borong Gelar Domestik setelah Juara Piala FA

Despian Nurhidayat | Sepak Bola
Manchester City Borong Gelar Domestik setelah Juara Piala FA

AFP
Pelatih Manchester City Pep Guardialo memegang trofi Piala FA

 

PEP Guardiola tampak senang sekaligus malu ketika Manchester City mengalahkan Watford dengan margin kemenangan terbesar di final Piala FA selama 116 tahun pada hari Sabtu malam (18/5). Ini merupakan sebuah kemenangan besar dengan skor 6-0 yang merupakan kemenangan terakhir dari dominasi liga domestik Inggris oleh City.

City berhasil mendapatkan treble domestik pertama mereka yakni Liga Premier, FA dan Piala Liga, serta Community Shield untuk menjadikan jumlah trofi utama menjadi 10 dalam satu dekade sejak kekayaan klub ditransformasikan di dalam dan di luar lapangan oleh Sheikh Mansour, seorang anggota dari keluarga kerajaan Abu Dhabi.

Saat ini, Guardiola memiliki total 27 trofi sebagai pelatih, enam di antaranya sejak tiba di Inggris tiga tahun lalu, kemudian dengan 14 trofi dalam empat tahun di Barcelona dan tujuh trofi dalam tiga musim bersama Bayern Munich.

Satu yanh masih hilang dari hasil kemenangan City, yang telah lolos dari pandangan mata mereka. Pekerjaan Guardiola di City tidak akan selesai sampai dia mendqpatkan trofi Liga Champions, seperti yang dia lakukan sebanyak dua kali untuk Barcelona.

Namun, Guardiola mengklaim konsistensi timnya di semua kompetisi musim ini membuat mereka pantas mendapatkan treble bahkan ia mengatakan bahwa ini lebih sulit daripada meraih kemenangan di Liga Champions.

"Kami memenangkan Liga Premier dengan unggul satu poin, jadi kami tidak terlalu jauh (dari kompetisi) untuk bisa santai-santai," tambah Guardiola.


Baca juga: Guardiola Tegaskan tidak Tertarik Tukangi Juventus


"Liverpool menunjukkan kepada kita betapa sulitnya masa depan kelak. Ini merupakan standar dan level yang akan kita hadapi."

Kenyataannya City seperti tidak puas dengan hasil yang mereka dapatkan di kompetisi.

Guardiola telah membuat Sergio Aguero duduk di bangku cadangan selama 90 menit penuh. Kevin de Bruyne hanya tampil untuk 40 menit di final dan tetap memenangkan man-of-the-match.

Gabriel Jesus hanya memulai delapan pertandingan liga sepanjang musim, tetapi ia menambahkan torehan golnya di musim ini menjadi 21 gol dengan dua gol di final.

Gelar Liga Premier berturut-turut untuk City dalam dua musim terakhir diraih dengan dua poin penghitungan terbaik yang pernah ada di Inggris.

Liverpool selesai di posisi runner-up musim ini dengan torehan tertinggi ketiga dalam sejarah, sementara keberhasilan City dan Bayern di Jerman telah memastikan semua lima liga top Eropa telah mendapatkan juara mereka secara bersamaan untuk pertama kalinya.

Watford, sebaliknya, tetap menjadi tim yang tak mampu meraih trofi dalam sejarah. Hornets tidak berdaya karena perbedaan sumber daya. (AFP/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More