Jumat 17 Mei 2019, 20:53 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Talaud

M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
KPK Perpanjang Penahanan Bupati Talaud

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Bupati nonaktif Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan perpanjangan penahanan kepada tiga tersangka terkait dugaan suap pengadaan barang atau jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Tiga tersangka itu ialah Bupati Talaud, Sri Wahyuni Marina Manalip, Benhur Lalenah dan Bernard Hanafi Kalalo.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari dimulai tanggal 20 Mei 2019 sampai dengan 28 Juni 2019 untuk tiga tersangka tindak pidana korupsi suap terkait pengadaan barang atau jasa di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jumat (17/5).

Pada kasus ini, KPK menjaring enam orang dalam operasi tangkap tangan (ott) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Senin (29/4) hingga Selasa, (30/4). Dari enam orang itu, tiga diantaranya menjadi tersangka, yakni Manalip, Benhur Lalenah dan Bernard Hanafi Kalalo.

Manalip diduga meminta orang kepercayaannya, Benhur untuk mencarikan kontraktor guna mengerjakan proyek revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo. Benhur lantas menawarkan proyek itu kepada Bernard dengan persyaratan bersedia memberikan fee 10% kepada Manalip selaku Bupati Talaud.

Sebagai bagian dari fee 10% itu Benhur meminta kepada Bernard membelikan barang mewah untuk Manalip sebagai hadiah ulang tahun. Benhur dan Bernard tertangkap disalah satu pusat perbelanjaan di Jakarta.

Manalip seolah terobsesi dengan barang-barang mewah, terlebih Ia juga menginginkan barang kepunyaannya menjadi suatu hal yang eksklusif. Hal itu terbukti dengan keterangan Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers kemarin.

"Sempat dibicarakan permintaan tas bermerk Hermes dan Bupati tidak mau tas yang dibeli sama dengan tas yang sudah dimiliki pejabat perempuan lainnya di sana," tutur Basaria.

Gaya hidup mewah juga teridentifikasi dengan barang bukti yang diamankan oleh KPK, yakni, Handbag Channel senilai Rp. 97,360,000, Tas Balenciaga senilai Rp. 32,995,000, jam tangan Rolex senilai Rp. 224,500,000.

Kemudian anting berlian Adelle senilai Rp. 32,075,000, cincin berlian Adelle senilai Rp. 76,925,000 dan uang tunai sebesar Rp. 50,000,000. Total keseluruhan barang bukti tersebut bernilai Rp. 513,855,000.

Sebagai pihak yang diduga menerima, Manalip dan Benhur disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/01 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana.

Sementara diduga sebagai pemberi, Bernard, disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/01. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More