BI Dorong SBK Jadi Solusi Pendanaan

Penulis: Nur Aivanni Pada: Sabtu, 18 Mei 2019, 02:40 WIB Ekonomi
BI Dorong SBK Jadi Solusi Pendanaan

ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluy

INDONESIA dipandang masih tertinggal dari negara lain, se­­perti Korea Selatan, India, Thailand, dan bahkan Inggris, dalam penggunaan surat berharga komersial (SBK) sebagai solusi pendanaan.

Negara-negara tersebut, menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo, telah menggunakan SBK sebagai sumber pen­­da­­naan jangka pendek dan sudah berkembang sangat pesat. Maka itu, BI terus mendorong SBK sebagai solusi pendanaan jangka pendek bagi investor dan issuer (emiten).

“SBK ini adalah salah satu solusi pembiayaan jangka pendek bagi investor dan issuer untuk pendanaan. Tentunya bagi investor ini adalah salah satu pilihan untuk mendapatkan return yang lebih baik,” kata Dody dalam acara penandatanganan Perjanjian Penatausahaan dan Penyele­saian Transaksi Surat SBK antara BI dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), di Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (17/5).

Dody mengatakan penerbitan SBK nantinya semakin memperkaya instrumen di pasar keuangan. Apabila instrumen di pasar keuangan beragam, akan memudahkan BI dalam menjalankan kebijakan mone­ternya. “Peran pasar keuangan dalam perekonomian sangat penting, selain untuk mendukung transmisi kebijakan moneter, pasar keuangan juga berperan besar dalam menjaga stabilitas sistem keuangan,” terang Dody.

Dengan telah siapnya berbagai ketentuan dan infrastruktur pendukung, Dody berharap, SBK dapat berperan penting sebagai salah satu alternatif pendanaan jangka pendek bagi korporasi nonbank dan sebagai instrumen pasar uang yang menarik bagi investor.

Sebagai informasi, SBK merupakan surat berharga yang diterbitkan korporasi nonbank berbentuk surat sanggup (promissory note) dan berjangka waktu sampai satu tahun yang terdaftar di BI.

Adapun karakteristik SBK, antara lain diterbitkan dan ditatausahakan tanpa warkat (scripless), diterbitkan dengan sistem diskonto, serta diterbitkan dalam denominasi rupiah atau valuta asing dan memiliki tenor 1, 3, 6, 9, dan 12 bulan.

Kalangan swasta
Pada kesempatan sama, Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Yoga Affandi menyampaikan perkembangan pembiayaan di Indonesia masih didominasi dari perbankan.

Sejak 2018, pertumbuhan pasar keuangan mengalami penurunan. Ma­ka itu, pihaknya ingin mendo­rong pertumbuhan pasar keuangan lebih tinggi lagi. Terlebih, penerbit­an surat-surat berharga di pasar keuangan masih kebanyakan berasal dari instrumen pemerintah. Karena itu, saat ini BI ingin mendorong sektor swasta menerbitkan SBK.

“Kami melihat pendanaan jangka pendek juga dibutuhkan oleh perusahaan. Untuk itu, SBK ditargetkan sudah ada yang diterbitkan (oleh perusahaan atau swasta) tahun ini,” pungkas Yoga.

Yoga juga optimistis dengan pe­nan­datanganan perjanjian penata­usahaan dan penyelesaian transaksi SBK dengan PT KSEI nantinya dapat mempercepat penerbitan dan transaksi instrumen SBK sebagai sumber pendanaan jangka pendek nonperbankan. (E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More