Ma'ruf: Pemilu Merupakan Kesepakatan yang Harus Dihormati

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 17 Mei 2019, 20:13 WIB Politik dan Hukum
Ma

MI/Susanto
Suasana Buka puasa bersama Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Ma'rif Amin dengan sejumlah tokoh dan budayawan.

CALON wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin menegaskan pemilihan umum merupakan sebuah kesepakatan yang harus dihormati. Ma’ruf meminta agar semua pihak bisa menghormati proses pemilu agar tercipta situasi yang harmonis.

“Kalau kita semua taat pada kesepakatan itu maka semua akan berjalan baik. Tapi ketika kesepakatan itu kita cederai akan terjadi disharmoni. Maka kita berharap bangsa ini harus menjaga kesepakatan,” kata Ma’ruf saat acara buka bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Jum’at (17/5).

Sama halnya dengan Indonesia, kata Ma’ruf, merupakan negara kesepakatan yang harus dijaga dan jangan ada pihak yang ingin menciderainya. Ma’ruf menghimbau agar semua elite bisa menjaga situasi negara.

“Ternyata membuat kesepakatan gampang. Tapi menjaga mengawal kesepakatan itu yang tidak mudah. Perlu ada upaya-upaya salah satunya dengan upaya konsolidasi yang terus dilakukan,” ujarnya.

Baca juga: Ma'ruf Amin Minta BPN Sampaikan Paparan Kecurangan ke Bawaslu

Ma’ruf kemudian menyinggung adanya rencana people power yang dilakukan saat pengumunan hasil pemilu pada 22 Mei 2019. Ma’ruf berharap gerakan itu tidak terjadi.

“Saya harap tidak terjadi. Kita harus berpikir bahwa menjaga negara, mengutamakan negara dan bangsa harus lebih diutamakan daripada kepentingan kelompok dan sesaat,” ujarnya.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More