Jumat 17 Mei 2019, 20:12 WIB

Momen Ramadan dan Lebaran Dorong Defisit Transaksi Berjalan

Nur Aivanni | Ekonomi
Momen Ramadan dan Lebaran Dorong Defisit Transaksi Berjalan

dok.mi
dok.mi

 

Ekonom Universitas Indonesia Telisa Aulia Falianty memerkirakan neraca transaksi berjalan (Current Account Deficit) di kuartal II 2019 tidak akan lebih baik dari kuartal sebelumnya. Hal itu mengingat adanya pola musiman yaitu momen Ramadan dan Lebaran serta memanasnya perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok.

"Itu kemungkinannya current account, ngga akan lebih baik dari kuartal I. Kemungkinan kecil untuk lebih baik dari kuartal I," kata Telisa dalam diskusi, di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (17/5).

Sebagai informasi, Bank Indonesia melaporkan bahwa defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan I 2019 tercatat sebesar US$7,0 miliar dolar AS atau 2,6% dari PDB. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai US$9,2 miliar atau 3,6% dari PDB.

BI menilai defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2019 membaik sehingga menopang ketahanan sektor eskternal perekonomian Indonesia.

Telisa berpendapat membaiknya neraca transaksi berjalan di kuartal I 2019 lantaran nilai impor pada kuartal tersebut memang biasanya agak menurun. Itu karena biasanya aktivitas di awal tahun tidak terlalu banyak.

Sementara di kuartal II, ia memprediksi kebutuhan impor justru akan meningkat. Hal itu karena adanya momen Ramadan dan Lebaran. Maka itu, ia pun memprediksi neraca transaksi berjalan kuartal II tidak akan lebih baik dari kuartal sebelumnya. (A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More