Moeldoko Endus Ada Upaya Sistematis Manfaatkan Pengerahan Massa

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 17 Mei 2019, 20:07 WIB Politik dan Hukum
Moeldoko Endus Ada Upaya Sistematis Manfaatkan Pengerahan Massa

MI/ROMMY PUJIANTO
Kepala Kantor Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

KETUA harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko menilai ada upaya sistematis yang memanfaatkan situasi adanya pengerahan massa saat pengumuman hasil pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang. Dia menghimbau agar masyarakat tidak ikut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Rencana ini bukan main-main, sungguhan. Ada sekelompok tertentu yang ingin situasi dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata Kepala Kantor Kepala Staf Kepresidenan itu di acara buka bersama TKN di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Jum’at (17/5).

Untuk itu, dia mengimbau agar seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak perlu berbondong-bondong ke sebuah tempat titik berkumpul. Dia mengatakan, hal itu pada akhirnya akan digunakan sebagai tempat yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu tersebut.

Baca juga: TNI-Polri Terjunkan 30 Ribu Personil pada 22 Mei

Dia mengatakan, saat ini masyarakat dimana-mana sudah mulai menginginkan sebuah situasi yang aman dan tertib. Dia melanjutkan, mereka tidak menginginkan gerakan people power yang pada akhirnya merugikan semua warga negara.

"Semuanya rugi. Semuanya dari kita akan rugi. Ngapain jauh-jauh dari luar kota ke Jakarta tahu-tahu menghadapi sebuah musibah. Ini skenario yang disiapkan kelompok tertentu. Saya harus tegas dan clear," kata Moeldoko tanpa menyebutkan kelompok yang dimaksud.

Moeldoko mengatakan, sejauh ini ajakan masyarakat daerah untuk datang ke Jakarta memang tidak begitu masif. Namun, dia mengatakan, ada indikasi warga dari beberapa daerah akan menuju ke ibu kota negara.

"Mereka datang ada yang memang ingin berkumpul untuk mendengarkan nanti keputusan dari KPU, ada yang seperti itu," katanya.

Meski demikian, Moeldoko meminta masyarakat untuk tetap tenang. Lanjut dia, warga tidak perlu takut dan khawatir akan stabilitas keamanan. Dia menegaskan, pemerintah melalui TNI-Polri telah siap menangani hal tersebut.

Seperti diketahui, BPN mewacanakan akan melakukan aksi massa besar-besaran guna menolak hasil rekapitulasi pemilu yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Penolakan dilakukan BPN atas dalih banyaknya kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM). (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More