Dirut BOP Labuan Bajo Dinonaktifkan

Penulis: Palce Amalo Pada: Jumat, 17 Mei 2019, 22:20 WIB Nusantara
Dirut BOP Labuan Bajo Dinonaktifkan

ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Menpar Arief Yahya

UPAYA sosialisasi wisata halal di Labuan Bajo oleh Dirut Badan Oto­rita Pariwisata (BOP) membuat Shana Fatina ditarik ke Jakarta dan dinonaktifkan sementara waktu sambil menunggu hasil evaluasi tim yang dikirim Kemenpar ke Labuan Bajo. Selama masa nonaktif itu akan ditunjuk pejabat sementara Dirut BOP Labuan Bajo.

Kepastian Shana dinonaktifkan itu disampaikan Direktur Promosi Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu di Jakarta, Kamis (16/5) malam, dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Kelompok Peduli Pariwisata Manggarai Lintas Profesi.

Shana dinonaktifkan terkait kontroversi wacana wisata halal. Wacana itu disosialisasikan dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) yang diinisiasi Dinas Pariwisata Manggarai Barat dengan difasilitasi Kemenpar dan BOP Labuan Bajo pada 30 April.

Penolakan atas wacana wisata halal antara lain datang dari Keuskupan Ruteng. Menurut Keuskupan Ruteng, pariwisata mesti berbasis pada budaya dan tradisi lokal, serta selaras dengan kelestarian alam dan keutuhan ciptaan (ekologi). Pariwisata kultural-ekologis inilah yang meneguhkan kebangsaan Indonesia dan memikat wisatawan dari seluruh Nusantara dan mancanegara.

Merespons penolakan dan keresahan masyarakat Manggarai, Menpar Arief Yahya bertindak cepat dengan membentuk dua tim. Ada tim koordinasi lapangan yang melakukan komunikasi dengan Pemkab Manggarai Barat, BOP Labuan Bajo, serta tokoh agama dan budaya. Ada pula tim khusus untuk mengevaluasi kinerja BOP Labuan Bajo.

Selama tim evaluasi bekerja, menurut Vinsen, Shana Fatina dinonaktifkan sementara dan ditarik ke Jakarta. Shana dilantik menjadi Dirut BOP Labuan Bajo pada 15 Januari 2019.

“Kami sangat apresiatif terhadap langkah dan tindakan res­ponsif yang konkret dari Menteri Pariwisata yang telah menarik ke Jakarta dan menonaktifkan Dirut BOP untuk sementara waktu sambil menunggu hasil evaluasi tim kinerja dan tim lapangan serta dimintai keterangan dan klarifikasi atas peristiwa yang terjadi,” kata Flory Nggangur, ketua kelompok diskusi.

Dibutuhkan
Hasil kajian kelompok diskusi, kata Flory, keberadaan BOP Labuan Bajo dibutuhkan masyarakat. Karena itu, kata dia, Kemenpar hendaknya segera mengakomodasi aspirasi masyarakat setempat untuk percepat­an pembangunan pariwisata di Labuan Bajo dan Flores dalam rangka membantu kinerja BOP khususnya terkait pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan di destinasi wisata Labuan Bajo dan Flores serta pengembangan SDM setempat.

Flory berharap, pembangunan pariwisata di Labuan Bajo melibatkan partisipasi masyarakat lokal.

Pada saat direksi BOP dilantik, Menpar Arief Yahya menjelaskan melalui pembentukan BOP Labuan Bajo, ditargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 500 ribu orang pada 2019. Untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke daerah tersebut, dibutuhkan kelengkapan 3A (aksesibilitas, amenitas, dan atraksi).

Menurut Flory, selama lima bulan sejak dilantik, BOP Labuan Bajo belum bekerja maksimal sesuai tugas dan fungsi yang diatur dalam Perpres Nomor 32 Tahun 2018. Pembentukan BOP, kata dia, bertujuan mempercepat pengembangan dan pembangunan kawasan pariwisata Labuan Bajo Flores. (PO/JL/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More