Batik Kontemporer Kolaborasi Pop U dan Ify

Penulis: Eni Kartinah Pada: Jumat, 17 Mei 2019, 20:00 WIB Humaniora
Batik Kontemporer Kolaborasi Pop U dan Ify

MI/Eni Kartinah
Musisi Ify Alyssa memamerkan pakaian yang dikenakan adalah batik hasil rancangannya berkolaborasi dengan Pop U.

BATIK tetap bisa bergaya saat dipakai oleh orang beken  dalam kesempatan apapun. Itulah yang dilakukan Pop U berkolaborasi dengan musisi muda Ify Alyssa, meluncurkan koleksi kolaborasi Pop U X Ify Alyssa. Winda Dianti selaku Brand Manager Pop U menjelaskan bahwa produk yang dibuat adalah batik yang tidak biasa.

"Batik dengan gaya kontemporer dengan tema Rejuvenation of Batik. Di sini kami membawa pattern batik tidak biasanya," kata Winda di sela-sela peluncuran produk fesyen Pop U di Jakarta, Jumat (17/5).

Dia menambahkan batik Pop U dikemas modern dan rancangan serta paduan warna segar.

"Kami menggali tren serta kebutuhan pasar. Karena industri fesyen ini merupakan industri yang dinamis,"  lanjutnya.

Batik kolaborasi ini  memiliki sentuhan kecantikan alami dan instrumen musik. Cindy, Head Fashion Designer Pop U menyebutkan warna yang dipilih adalah warna bumi dan teknik desain batik yang khas, emboridery dan patches.

baca juga:  Banjir Rob di Pantura Ancam Arus Mudik Lebaran

Ify Alyssa yang hadir dalam peluncuran fesyen tersebut mengajy senang karena ikut terlibat dalam kolaborasi. Ify pun bangga bisa memakai batik hasil karyanya bersama Pop U.

"Sebagai anak muda, kita mesti bangga dan terus mengembangkan warisan budaya, contohnya seperti batik. Dari dulu, batik itu menjadi pattern favorit, karena banyak cerita yang tergambarkan dari berbagai paduan pattern dan warna. Aku seneng banget waktu diajak berkolabrasi dengan Pop U, untuk membuat kolaborasi rancangan batik kontemporer," ujarnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More