Jumat 17 Mei 2019, 08:38 WIB

Andi Arief Sindir Anies Baswedan

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Andi Arief Sindir Anies Baswedan

MI/BARY FATHAHILAH
Delapan kepala daerah dan tokoh nasional berdiskusi saat Silaturahmi Bogor untuk Indonesia di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Bogor.

 

POLITIKUS Partai Demokrat Andi Arief menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak hadir dalam pertemuan para tokoh pemimpin muda di Istana Bogor, Rabu (15/5). Andi menyebut Anies jangan hanya diam dan 'main aman' ketika ada hal-hal di masyarakat yang menantang akal sehat.

"Untuk menyadarkan orang banyak memang butuh risiko bagi tokoh politik, seperti AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) yang berani melakukan sesuatu. Seharusnya @aniesbaswedan kawan saya juga jangan diam dan bertahan pada main aman. Ada yg mengganggu akal sehat, namun diam, di mana kemanusiaan kita?" tulis Andi melalui akun Twitter @andiarief, kemarin.

Andi juga memuji langkah AHY yang ikut dalam pertemuan yang dinamai Forum Bogor tersebut. "Di saat tokoh-tokoh tua, para purnawirawan jenderal dan intelektual serta tokoh agama terbelah, kewajiban orang muda yang waras dan berani mengambil risiko untuk berupaya menyatukannya kembali. AHY sudah memulai, mana yang lain?" tulis Andi lagi.

Ia menambahkan, "Di saat 02 klaim menang 62% dan kini versi revisi 54%  dan 01 dinyatakan menang oleh quick count, AHY ialah orang pertama yang menyatakan sebaiknya semua pihak menunggu 22 Mei. Dia di-bully dan dituduh pengkhianat, hanya karena mengajak hidup benar," tutur Andi.

Acara silaturahim tokoh muda untuk Indonesia digelar di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Bogor. Sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional yang hadir, antara lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkiflimansyah, dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Pun hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute AHY, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Wali Kota Bogor Bima Arya. Hadir pula Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid.

Rapat tertutup
Sepuluh tokoh muda itu menggelar rapat tertutup. Mereka merumuskan strategi perdamaian jelang pengumuman hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada 22 Mei mendatang .

Sedianya acara tersebut dihadiri juga Gubernur DKI Anies Baswedan. Namun, menurut Bima Arya, Anies batal hadir karena menghadiri syukuran Pemprov DKI yang menerima predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.

"Mas Anies sempat oke. Mas Anies sangat responsif, tadi pagi oke, tapi mendadak tadi menjelang sore dikabari ada syukuran," ujar Bima yang juga Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Mereka yang hadir kompak menggunakan setelan putih-hitam, terkecuali Ganjar Pranowo yang mengenakan lurik lengkap dengan blankon.

Mereka datang bersamaan dari Kantor Wali Kota Bogor di Jalan Juanda atau jaraknya hanya sekitar 300 meter.

Mereka menaiki Uncal, bus wisata khas Kota Bogor. Suasana ruangan rapatnya santai, tapi sedikit formal dengan meja dan kursi setengah lingkaran.

Acara rapat bertajuk Silaturahim Bogor untuk Indonesia itu digagas Bima Arya. Menurut Bima, ia bersama sembilan tokoh muda yang hadir memiliki kepentingan yang sama, yakni menginginkan Ramadan lebih mengedepankan suasana sejuk di tengah hiruk pikuk pemilu. (DD/P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More