Jumat 17 Mei 2019, 05:00 WIB

Trump Larang Perusahaan AS Pakai Telekomunikasi Asing

Denny Parsaulian Sinaga denny@mediaindonesia.com | Internasional
 Trump Larang Perusahaan AS Pakai Telekomunikasi Asing

AFP
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan pertempuran Washington melawan Huawei pada Rabu, secara efektif melarang titan telekomunikasi dari pasar AS.

Dalam perintah eksekutifnya, Trump melarang perusahaan-perusahaan AS menggunakan perangkat telekomunikasi asing yang diyakini menimbulkan risiko keamanan bagi negara itu.

Sekretaris pers Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, mengatakan langkah darurat nasional yang diambil Trump merupakan bagian dari komitmennya untuk melindungi teknologi dan layanan informasi serta komunikasi AS.

"Presiden telah menjelaskan bahwa pemerintahan ini akan melakukan apa yang diperlukan untuk menjaga Amerika tetap aman dan sejahtera serta melindungi Amerika dari musuh asing yang secara aktif dan mengeksploitasi kerentanan dalam inftastruktur dan layanan teknologi informasi di AS," kata Sanders.

Kendati tak mengungkap pihak mana yang dianggap sebagai ancaman, para analis menduga bahwa perintah eksekutif Trump itu ditujukan untuk perusahaan telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei.

Huawei membantah tudingan AS dan negara Barat lainnya bahwa mereka melakukan kegiatan mata-mata. Ia mengklaim selalu menaati peraturan hukum yang berlaku di negara-negara terkait.

"Membatasi Huawei dari melakukan bisnis di AS tidak akan membuat AS lebih aman atau lebih kuat sebaliknya, ini hanya akan membatasi AS ke alternatif yang lebih mahal," kata Huawei.

Daftar hitam

Departemen Perdagangan menindaklanjuti perintah Trump itu dengan menyasar langsung pada raksasa teknologi itu dengan menambahkannya ke daftar hitam yang akan membuat perusahaan lebih sulit untuk menggunakan komponen penting AS dalam ponsel, peralatan telekomunikasi, database, dan elektronik lainnya.

Biro Industri dan Keamanan Commerce (BIS) mengatakan juga akan menambahkan Huawei dan afiliasinya ke daftar entitas atas dugaan pelanggaran sanksi Iran.

Daftar itu mengharuskan perusahaan AS mendapatkan lisensi dari BIS untuk penjualan atau transfer teknologi AS ke perusahaan atau orang dalam daftar itu.

"Lisensi dapat ditolak jika penjualan atau transfer akan membahayakan keamanan nasional AS atau kepentingan kebijakan luar negeri," bunyi pernyataan Departemen Perdagangan.

"Ini akan mencegah teknologi Amerika dari digunakan oleh entitas milik asing yang berpotensi merusak keamanan nasional AS atau kepentingan kebijakan luar negeri," kata Mendag Wilbur Ross.

Instansi pemerintah AS sudah dilarang membeli peralatan dari Huawei, pemimpin dalam perkembangan pesat teknologi 5G.

Beijing sangat marah dengan langkah-langkah AS membatasi penggunaan peralatan dari perusahaan Tiongkok, termasuk Huawei dan perusahaan lainnya, ZTE.

"AS telah menyalahgunakan kekuatan nasionalnya untuk secara sengaja mendiskreditkan dan menekan perusahaan Tiongkok dengan cara apa pun, yang tidak terhormat atau adil," kata juru bicara Kemenlu Geng Shuang.

"Kami mendesak pihak AS untuk menghentikan penindasan yang tidak masuk akal terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok dengan dalih keamanan nasional," kata juru bicara itu. (AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More