Tebing Barat dan Timur Situs Gunung Padang Cianjur Longsor

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Kamis, 16 Mei 2019, 21:55 WIB Nusantara
Tebing Barat dan Timur Situs Gunung Padang Cianjur Longsor

ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan
Kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang, Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

SEJUMLAH titik di kawasan situs megalitikum Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kejadiannya beberapa hari lalu bersamaan tingginya intensitas curah hujan.

Berdasarkan informasi, titik longsor berada di lereng tebing bagian timur dan barat. Sebelumnya, di lokasi longsor sempat terjadi retakan. Namun karena tak ada penanganan, saat turun hujan deras terjadi longsor.

"Puncaknya kemarin (Rabu) saat hujan deras. Tebing timur dan barat longsor," ujar Juru Pelihara Gunung Padang Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten, Nanang Sukmana, Kamis (16/5).

Nanang memperkirakan lereng tebing timur mengalami longsor sekitar 30 meter dengan ketinggian sekitar 70 meter. Sedangkan lereng tebing barat longsorannya hanya selebar 7 meter. Nanang meminta segera ada penanganan kaitan lereng longsor tersebut.

"Kalau tidak (ada penanganan), kami khawatir lokasi yang longsor akan semakin terkikis hujan. Dampaknya akan sangat besar terhadap kelestarian situs," jelas Nanang.

Sementara ini Nanang berinisiatif memasang pasak bambu di sekitar titik longsor. Langkah itu dianggap bisa mencegah sementara agar retakan longsoran tak semakin meluas.


Baca juga: MUI Cimahi: People Power bisa Cederai Demokrasi


"Ini (pemasangan pasak bambu) sedang kami lakukan. Tapi ini sifatnya hanya sementara karena kondisinya darurat," ungkap Nanang.

Nanang pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur untuk bersama-sama menangani longsoran itu. Utamanya mencegah agar tidak terjadi retakan atau longsor susulan.

"Jika tak ditangani, kami khawatir ada berdampak luas," tandasnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengaku sudah mengirim tim melakukan assesmen di lokasi longsor di kawasan situs megalitikum Gunung Padang. Assesmen itu dinilai penting karena akan menjadi pedoman melakukan langkah tindak lanjut penanganannya.

"Informasi adanya retakan dan longsoran itu kami dapat dari Balai Nasional Cagar Budaya. Langsung kami kirim tim ke sana. Hasilnya akan dilaporkan ke kantor," kata Sugeng.

Untuk sementara waktu penanganan berupa pemasangan pasak bambu. Namun ke depan harus ada penanganan secara permanen supaya kelestarian situs tetap terjaga.

"Nanti dari hasil assesmen, baru ditentukan langkah jangka panjangnya. Terpenting saat ini tidak ada lagi retakan atau longsoran susulan," pungkasnya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More