Berbuka Puasa Nyaman dengan Asupan Susu Segar

Penulis: Syarief Oebaidillah Pada: Kamis, 16 Mei 2019, 21:45 WIB Humaniora
Berbuka Puasa Nyaman dengan Asupan Susu Segar

Ist
Peluncuran KIN Fresh Milk bertajuk 'Makin Nyaman Saat Ramadan' di Jakarta, Kamis (16/5)

MEMASUKI bulan suci Ramadan kebanyakan masyarakat Indonesia terbiasa berbuka puasa dengan makanan yang manis. Hal ini memang baik karena kandungan karbohidrat mengembalikan energi. Namun lebih baik lagi asupan yang dipilih juga kaya dengan nutrisi lainnya dan nyaman dikonsumsi setelah perut lama kosong.

Dalam hal ini, susu bisa menjadi alternatif berbuka puasa yang sangat baik, karena selain mengandung gula alami juga bernutrisi lengkap. Nutrisi makro terdiri atas protein, lemak, dan karbohidrat, sementara nutrisi mikro terdiri atas vitamin dan bermacam-macam mineral, sehingga susu baik untuk membantu menjaga dan mempertahankan kondisi tubuh selama berpuasa.

Ahli gizi, dr Rizal Alaydrus MSc, menjelaskan, tubuh kita memasuki fase berpuasa terhitung 8 jam setelah makan dan minum terakhir. Jika kita berpuasa kurang lebih 13-14 jam per hari, maka ada jeda beberapa jam saat perut dalam kondisi benar-benar kosong. Setelah seharian berpuasa, sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi.

"Susu sapi bisa menjadi salah satu pilihan untuk berbuka, karena memiliki banyak manfaat dan berperan penting dalam melengkapi kecukupan gizi. Minum susu dalam kondisi perut kosong justru sangat baik karena penyerapan zat gizi oleh tubuh lebih maksimal. Namun memang tidak semua orang bisa minum susu dengan nyaman saat perut dalam keadaan kosong, sehingga harus memilih susu yang sesuai," kata Rizal pada peluncuran KIN Fresh Milk bertajuk 'Makin Nyaman Saat Ramadan' di Jakarta, Kamis (16/5) petang.

Acara yang dilanjutkan berbuka puasa ini menghadirkan artis Astrid Satwika yang turut mengisahkan pengalaman mengasuh anaknya menggunakan susu segar dan sehat.

Rizal menjelaskan, KIN Fresh Milk merupakan produk yang berasal dari 100% susu segar Sapi A2. Sapi A2 merupakan sapi yang telah diseleksi khusus melalui tes DNA yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A2, yaitu senyawa protein alami pada susu sapi yang mudah dicerna tubuh, sama seperti komposisi protein dalam ASI. Sehingga konsumen dapat menikmati manfaat KIN Fresh Milk dengan nyaman tanpa khawatir akan merasa mual atau kembung, sebagai minuman untuk berbuka puasa.


Baca juga: BEM se-Indonesia Gelar Kongres Nasional Cermati Situasi Politik


Anton Budiharjo, Marketing Manager KIN, menjelaskan, "Susu merupakan salah satu alternatif minuman sehat yang baik untuk berbuka puasa. Namun tidak semua orang bisa minum susu dengan nyaman. Pastikan untuk memilih KIN Fresh Milk, susu segar dari 100% Sapi A2, hanya mengandung Protein yang lebih baik yaitu Protein A2, sehingga nyaman di perut dan tidak menyebabkan mual ataupun kembung."

Tiffany Pratiwi Suwandi, Brand Manager KIN, menambahkan dalam rangka berbagi kebaikan susu Sapi A2, PT ABC Kogen Dairy mengadakan acara 'Berbuka Bersama KIN' tersebut sekaligus menjadi acara pembuka dari roadshow #maKINnyamansaatramadan dengan KIN Fresh Milk, yang akan dilakukan di Jakarta dan Bandung selama bulan Ramadan, sebagai bentuk sosialisasi dari manfaat dan kebaikan susu Sapi A2.

Tujuannya agar konsumen bisa berbuka puasa dengan menikmati KIN Fresh Milk yang manisnya alami, kaya nutrisi untuk menggantikan energi yang hilang setelah seharian berpuasa dan tentunya tidak perlu khawatir akan menyebabkan mual dan kembung karena hanya mengandung Protein A2 yang lebih nyaman di perut.

"Di kesempatan roadshow, KIN juga mengajak masyarakat untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan dengan cara berbuka puasa dan turut berpartisipasi mendonasikan Rp 1.000,- melalui Rumah-Yatim.org untuk setiap botol yg dikembalikan," ujarnya.

KIN Fresh Milk hadir dalam 3 rasa favorit, yaitu Full Cream, Chocolate, dan Coffee untuk melengkapi acara berbuka puasa seluruh anggota keluarga. Produk ini merupakan satu-satunya produk susu yang dikemas dalam botol dengan UV light barrier yang menjamin kualitas produk, dan tidak mengandung bahan pengawet. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More