Menang di Jabar, Saksi BPN Tolak Tanda Tangan Hasil Rekapitulasi

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Kamis, 16 Mei 2019, 21:17 WIB Politik dan Hukum
Menang di Jabar, Saksi BPN Tolak Tanda Tangan Hasil Rekapitulasi

MI/ROMMY PUJIANTO
Sidang rekapitulasi suara nasional di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (15/5).

KOMISI Pemilihan Umum telah mengesahkan hasil rekapitulasi nasional di Provinsi Jawa Barat. Hadir kedua saksi kedua pasangan calon peserta Pemilu Presiden 2019 dalam rekapitulasi tersebut. 

Usai pembacaan rekapitulasi, saksi dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Azis Subekti memiliki sikap atas hasil rekapitulasi oleh KPU. Pasalnya, BPN menyatakan akan menarik saksinya saat pembacaan rekapitulasi.

"Bagi kami angka-angka itu adalah cerminan yang terjadi di setiap pemilu. Baik di TPS maupun rekap berjenjang sampai dengan provinsi. Seperti halnya Jabar, kami Insha Allah sudah pastikan provinsi-provinsi lain tidak akan menandatangani hasil," ujarnya saat rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan nasional di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung KPU RI, Jakarta, Kamis (16/5).

Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional, pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga unggul dengan raihan 16.077.446 suara. Sementara itu, pasangan calon nomor urut 01 hanya meraih 10.750.568 suara.

"Namun demikian kepada mereka para penyelenggara yang sempat ketahuan mencederai demokrasi kita dan yang tidak ketahuan telah mencederai demokrasi kita, mencederai suara rakyat, saya doakan mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa mereka," urai dia.

Azis kemudian mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jawa Barat serta kepada penyelenggara pemilu, baik KPU provinsi, KPU daerah, sampai dengan petugas TPS.

Bawaslu tidak luput mendapat ucapan terima kasih dari Azis. "Kami ucapkan terima kasih atas dedikasi integritasnya dan kejujurannya dalam melakukan penyelenggaraan pemilu," tandasnya.

Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting menyampaikan rasa terima kasih atas pernyataan Azis. "Terima kasih Pak Azis rasanya teduh, sejuk mendengarkan kata seperti itu. Sayangnya, tidak mengucapkan terima kasih kepada KPU juga," ucap Evi. (Ins/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More