Indonesia Prioritaskan Pengelolaan Risiko Bencana

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Kamis, 16 Mei 2019, 21:10 WIB Humaniora
Indonesia Prioritaskan Pengelolaan Risiko Bencana

(ANTARA Foto/Bayu Prasetyo)
Wakil Jusuf Kalla saat memberikan pernyataan resmi di Forum Acuan Global untuk Pengurangan Risiko Bencana di Jenewa, Swiss pada Kamis (16/5/

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menyampaikan Indonesia sebagai negara telah memiliki banyak pengalaman dalam penanganan bencana alam. Oleh sebab itu Indonesia memahami betul arti penting implementasi Kerangka Sendai, baik di tingkat lokal, nasional, kawasan, maupun dunia.

"Pada tingkat lokal dan nasional, pengelolaan risiko bencana, telah dan selalu menjadi prioritas Indonesia," terang Jusuf Kalla di Global Platform on Disarter Risks Reduction (GPDRR) di International Conference Center Geneva (CICG) Swiss, Kamis (16/5).

Sebagai bagian dari komitmen politik Indonesia, Februari silam Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan badan-badan serta para pemangku kepentingan terkait, untuk kembali memperkuat kesiapsiagaan Indonesia dalam menghadapi bencana.

Dalam instruksi tersebut Presiden memerintahkan memperkuat secara loal dan nasional implementasi kemitraan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Selain itu juga perlunya mengintegrasikan rencana pembangunan yang mencakup pengurangan risiko bencana dan koordinasi pemerintah daerah dan nasional serta penerapan pengurangan risiko bencana yang berbasis ilmu pengetahuan.

"Kami menerapkan pendekatan pentahelix, yang meliputi antara lain, pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, sektor swasta, serta organisasi masyarakat sipil," ucapnya.

Sedangkan dalam upaya integrasi pengurangan risiko bencana ke dalam agenda pembangunan, pemerintah telah mengarusutamakan perspektif pengurangan risiko bencana ke dalam seluruh aspek rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang.

Pada forum yang bertajuk 'Resillience Dividend: toward Sustainable and inclusive Societe', Jusuf Kalla menuturkan bahwa tidak ada satu pun negara yang dapat menghadapi sendiri dampak dari bencana, karenanya Indonesia percaya bahwa kerja sama internasional memainkan peranan yang sangat penting.


Baca juga: Jokowi Berencana Terbitkan Perpres Wajib Berzakat bagi ASN


"Dalam hal ini, Indonesia terus berkomitmen tinggi untuk memajukan kerja sama kawasan dan global di bidang pengurangan risiko bencana," tandasnya.

Selanjutnya, dalam pidatonya Jusuf Kalla mengingatkan bahwa selaras dengan tujuan pertemuan global ini, yakni untuk mengkaji ulang serta memperkuat penerapan pengurangan risiko bencana, dengan tidak mengabaikan pentingnya kerja sama internasional.

Untuk itu, Jusuf Kalla mengajak seluruh pihak untuk menegaskan kembali komitmen bersama dalam pemajuan kerja sama internasional, khususnya untuk memastikan implementasi 6 target prioritas Kerangka Sendai lainnya.

"Pada kesempatan ini, Saya ingin menegaskan kembali kesiapan dan komitmen Indonesia untuk mendukung perwujudan kerja sama internasional dalam pengurangan risiko bencana," tegas Jusuf Kalla.

Di forum tersebut, Wapres menawarkan bahwa Indonesia bersedia untuk menjajagi kemungkinan kerja sama di bidang riset, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan kapasitas masyarakat lokal dalam menghadapi fenomena alam yang berulang ini.

"Kami yakin bahwa multilateralisme tetap memainkan peranan penting dalam upaya bersama dalam memperkuat upaya pengurangan risiko bencana," tuturnya.

Wapres menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas solidaritas masyarakat internasional yang diberikan kepada Indonesia saat terjadinya gempa bumi dan tsunami di Lombok, Palu, dan Selat Sunda.

"Bagi Indonesia, solidaritas ini merupakan bukti nyata komitmen dunia internasional dalam mendukung pengurangan risiko bencana sebagaimana telah menjadi jiwa Kerangka Sendai," pungkasnya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More