Jumat 17 Mei 2019, 04:00 WIB

Rida Orangtua, Ridanya Allah

Quraish Shihab | TAFSIR AL-MISHBAH
Rida Orangtua, Ridanya Allah

MI/seno
Quraish Shihab

TAFSIR Al Misbah episode kali ini masih membahas surah Al Ahqaf. Ayat-ayat sebelumnya banyak membahas keesaan Allah dan ganjaran bagi yang menaati perintah-Nya. Kali ini kita akan membahas kewajiban kedua setelah menaati Allah, yakni berbakti kepada orangtua.

Pada surah Al Ahqaf ayat 15 dikatakan, "Dan Kami (Allah) telah mewasiatkan, yakni telah perintahkan kepada manusia agar berbakti kepada kedua orangtuanya."

Pesan tersebut menunjukkan isyarat keharusan berbakti kepada orangtua datang sesudah kewajiban taat kepada Allah. Bahkan, semua manusia, apa pun agamanya, tinggi atau rendah ilmunya, kaya atau miskin, sepakat bahwa taat kepada orangtua merupakan kewajiban.

Allah dan Rasulullah mengaitkan antara rida orangtua dan rida Allah. Kalau orangtua tidak rida kepada Anda, Allah pun tidak rida. Doa orangtua yang tulus, dengan kehendak Allah akan dikabulkan. Jadi, jelaslah kita perlu meminta didoakan orangtua. Itu lebih baik daripada meminta doa kepada orang yang tidak dikenal.

Doa orangtua bahkan menjadi jalan bagi kita menuju surga. Berbakti kepada orangtua menjadi semacam jalan pintas ke surga, tentunya setelah kita menjalani tuntutan-tuntutan Allah yang diwajibkan, seperti salat dan puasa. Nabi Muhammad pernah bersabda, "Sungguh celaka orang yang masih hidup orangtuanya dan dia tidak masuk surga."

Bagaimana cara kita berbakti kepada orangtua? Berbakti pada dasarnya lebih tinggi dari menghormati. Berbakti artinya melakukan hal baik yang menyenangkan orangtua. Macam-macam caranya, tapi yang terpenting ialah menggembirakan mereka.

Bahkan, jika orangtua kita bukan muslim, kita tetap diwajibkan berbakti. Seandainya orangtua beragama Nasrani dan meminta diantar ke gereja, kita wajib mengantarkannya. Intinya, kita harus tetap berbakti kepada orangtua, baik merela muslim maupun bukan. Kecuali jika kita diminta mempersekutukan Allah, itu tidak boleh dilakukan.

Apa alasan kita wajib berbakti kepada orangtua, khususnya pada ibu? Yang paling utama ialah orangtua menjadi alasan 'wujud' kita. Saat ibu mengandung bayi, meski itu beban yang berat, dia senang memikulnya. Ibu melahirkan bayi dengan pertaruhan antara hidup dan mati.

Para pakar pun berpendapat cinta ibu kepada anak berdasarkan naluri, sedangkan cinta ayah kepada anak berdasarkan emosi. Karena itu, tidak ada ibu yang tidak akan memaafkan anaknya ketika dia berbuat salah.

Itu sebabnya posisi ibu sangat istimewa. Rasulullah Muhammad SAW pernah ditanya, siapa orang pertama yang paling wajib untuk kita beri bakti. "Ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu," begitu jawaban Rasulullah. Akan tetapi, hal itu tidak berarti antara ibu dan ayah mesti dipertentangkan. Dalam kondisi tertentu, ayah juga bisa didahulukan, misalnya, saat ayah Anda meminta bantuan dalam kondisi sakit. (Dhk/H-2)

 

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Minggu, 22 Sep 2019 / 17 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:52 WIB
Dhuha : 06:20 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 19:00 WIB

PERNIK

Read More