Mel Ahyar Terpesona Toleransi di Filipina

Penulis: (Wan/M-2) Pada: Jumat, 17 Mei 2019, 00:30 WIB Hiburan
Mel Ahyar Terpesona Toleransi di Filipina

MI/ADAM DWI
Mel Ahyar

PEKAN depan, desainer Mel Ahyar, 39, akan segera meluncurkan busana bernuansa Ramadan pada perhelatan Ramadhan in Style. Koleksinya itu, kata dia, lahir karena dirinya terpesona pada Festival Kadayawan di Filipina yang merayakan keberagaman suku dan agama bertepatan dengan syukuran hasil panen.

"Di sana ada dua suku berbeda agama. Festival ini diisi pertandingan yang bertujuan untuk mendekatkan dua suku, merayakan perbedaan, dan menghargai keragaman," kata Mel saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).

Suku yang dimaksud Mel ialah suku Moro dan Lumat (nonmuslim) yang ada di Kota Davao. Menurut jebolan Esmod Jakarta ini, pesan damai yang disuarakan festival tersebut patut digaungkan di Tanah Air, apalagi Ramadan ini menjadi momentum yang pas setelah bangsa Indonesia baru saja melewati pesta demokrasi.

Festival itu pun mejadi sumber inspirasinya membuat busana Ramadan bertajuk Ngbono dalam Label Happa. "Bono artinya ikatan. Koleksi ini bercerita ikatan kebersamaan muslim dan nonmuslim," kata Mel.

Kendati tengah dalam kondisi hamil delapan bulan, Mel tetap menumpahkan seluruh energinya dalam membuat koleksi Ramadan tersebut. "Alhamdulilah tak ada kesulitan, meskipun lagi hamil. Proses pembuatan busana tetap sama. Keluarga mengerti dan mendukung," ungkap Mel yang telah memiliki satu putra dan satu putri.

Dengan kesibukan dan kehamilannya, ia mengaku tidak ngoyo soal pekerjaan rumah tangga. "Aku enggak mau drama soal keluarga. Aku bukan ibu yang perfectionist, enggak maksain untuk jemput anak setiap hari, misalnya, karena anak-anakku sudah mengerti ritme pekerjaan ibunya."

Agar anak-anaknya memahami profesi Mel dan segala kesibukannya, ia kerap memboyong mereka ke tempat kerja dan membiarkan mereka bermain-main di sana. (Wan/M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More