Kamis 16 Mei 2019, 17:30 WIB

JK: Libatkan Kaum Muda untuk Tangkal Terorisme dan Radikalisme

Dero Iqbal Mahendra | Politik dan Hukum
JK: Libatkan Kaum Muda untuk Tangkal Terorisme dan Radikalisme

AFP
Kalla saat berbicara pada Christchurch Call to Action yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis dan PM Selandia Baru di Elysee Palace,

 

WAKIL Presiden RI Jusuf Kalla mengemukakan serangan teror Christchurch mencerminkan kebangkitan Islamofobia dan Xenofobia sebagai ancaman global. Untuk menghadapi kekerasan dan kebencian semacam itu, harus dibangun ketahanan dan solidaritas masyarakat dari berbagai latar belakang.

Salah satunya dengan mempromosikan dialog antaragama untuk memperkuat nilai toleransi dalam masyarakat serta dengan menyuntikkan budaya damai sejak usia dini, baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, dan sebagai bangsa.

Baca juga: Kriteria Menteri Jokowi Sudah Dibahas

Hal tersebut diungkapkan Kalla saat berbicara pada Christchurch Call to Action yang diselenggarakan oleh Presiden Prancis dan PM Selandia Baru di Elysee Palace, Paris, Rabu 15 Mei 2019.

Kalla memandang pelibatan kaum muda menjadi sangat penting, karena teknologi menjadi media baru yang digunakan oleh teroris. Sebagai contoh di Indonesia saja sekitar 63 dari 150 juta pengguna internet adalah kaum muda, sehingga sangat rentan terpapar radikalisme dan kekerasan ekstremisme. "Kita harus memberdayakan anak muda kita untuk melawan tren ini," tegasnya.

Kalla memberikan contoh bahwa sejak 2015 Indonesia telah menyelenggarakan program Duta Pemuda untuk Perdamaian (Youth Ambassadors for Peace) guna melibatkan kaum muda dalam menyebarkan pesan-pesan damai untuk melawan ide-ide ekstrem dan penuh kebencian dengan menggunakan internet. "Saat ini kami memiliki lebih dari 780 Duta Pemuda Indonesia untuk Perdamaian," jelasnya.

Kalla menambahkan bahwa pada April 2019, Indonesia telah memperluas program dengan membawa lebih dari 100 pemuda dari negara-negara Asia Tenggara.

"Pendekatan ini menunjukkan bahwa internet telah menjadi medan pertempuran terbaru, baik dalam melakukan maupun memerangi terorisme," tegasnya.

Dalam pertemuan di Istana Elsyee kali ini terdapat 16 perwakilan yang akan memberikan sambutan, baik dari perwakilan pemerintah maupun perusahaan teknologi. Sedangkan Wapres memberikan sambutan pada urutan kelima setelah sambutan Pendiri Wikipedia Foundation.

Baca juga: Kivlan Zen Penuhi Panggilan Polisi Jadi Saksi untuk Eggi

Seusai memberikan sambutan, Wapres bersama rombongan terbatas segera bertolak kembali ke Jenewa. Jamuan santap malam “Dinner Tech for Good Summit” akan dihadiri oleh Menteri Komunikasi Rudiantara.

Turut mendampingi Wapres dalam pertemuan diantaranya Menteri Komunikasi Rudiantara, yang telah lebih dahulu berada di Paris, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Kuasa Usaha ad interim (KUAI) Paris Agung Kurniadi, serta Direktur Keamanan Internasional dan Pelucutan Senjata (KIPS) Kementerian Luar Negeri Grata Endah Werdanyngtyas. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More