Kamis 16 Mei 2019, 17:08 WIB

Shinta Nuriyah Minta Masyarakat tak Tebar Kebencian

Liliek Dharmawan | Politik dan Hukum
Shinta Nuriyah Minta Masyarakat tak Tebar Kebencian

MI/Dede Susianti
Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid bersafari Ramadan untuk mengajak masyarakat menjaga kesatuan dan persatuan.

 

SHINTA Nuriyah meminta masyarakat untuk tidak menebar kebencian karena pada dasarnya semua orang bersaudara. Hal itu ditegaskan Shinta Nuriyah saat berbuka puasa bersama di Masjid Raden Sayyid Kuning, Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (15/5).

"Kita harus menjaga kerukunan, menebar kedamaian, saling asah dan asuh. Mari hidup rukun dan damai karena kita adalah satu. Satu nusa dan satu bangsa Indonesia," kata Shinta.

Menurutnya, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berbhinneka tunggal ika.

"Sebuah bangsa yang besar dengan beragam perbedaan baik agama, suku, budaya, bahasa dan lain-lain. Maka kita harus saling menghormati dan toleransi," ujarnya.

Terkait dengan puasa, Shinta mengatakan jika makna dan hakikat puasa adalah menjadikan orang yang bertakwa, bukan hanya sekadar mengugurkan kewajiban.

"Dalam puasa, diajarkan mengendalikan hawa nafsu, mengajarkan moral dan budi pekerti luhur, kesabaran dan kejujuran," tambah istri Gus Dur.

Ia mengatakan sebagai anak bangsa dengan beragam perbedaan, tetapi persaudaraan harus dijaga teguh.

"Kita semua adalah anak bangsa. Meskipun berbeda-beda tapi mereka adalah saudara kita. Kalau saudara, bolehkan kita saling gontok-gontokan? Cakar-cakaran? Saling hujat?
Fitnah? Melontarkan kebencian? Kebohongan?" tanya Shinta kepada warga masyarakat Onje yang spontan menjawab,"Tidak!"

baca juga: Kivlan Zen Penuhi Panggilan Polisi Jadi Saksi untuk Eggi

Berpuasa mengajarkan moral dan budi pekerti luhur dan kesabaran.  

"Sebab kalau puasa, apakah kita boleh marah? boleh tidak jujur? Semua itu kita tahan saat puasa. Dengan berpuasa kita jadi bisa merasakan
penderitaan orang lain. Sehingga kita terdorong untuk tolong menolong. Itu harus kita laksanakan tidak hanya bulan puasa tapi juga bulan
selanjutnya," tegasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More