Kamis 16 Mei 2019, 16:38 WIB

Jimly Asshiddiqie Optimistis Rekap Nasional tak Bermasalah

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Jimly Asshiddiqie Optimistis Rekap Nasional tak Bermasalah

MI/Insi Nantika Jelita
Jimly Asshiddiqie.

 

MANTAN Ketua Mahkamah Konsitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, menyambangi kantor KPU RI. Kepada awak media, ia mengaku bahwa kedatangannya untuk mengecek persiapan KPU untuk melaksanakan rekapitulasi Provinsi DKI Jakarta. Diketahui, rekapitulasi nasional DKI belum bisa dipastikan akan dibacakan kapan.

"Saya kan tidak mau ganggu mereka. Cuma karena saya peserta (caleg DPD DKI Jakarta). Nah, hitungan sudah selesai, saya konsen aja. Saya mengecek bagaimana KPU dengan keadaan sekarang ini. Saya lihat senyum semua. Optimis, artinya tidak ada masalah," ungkapnya, di Gedung KPU RI, Menteng, Jakarta, Kamis (16/5).

Baca juga: KPU: Kami Siap Perbaiki Kesalahan Administrasi Situng

Jimly digadang-gadang menjadi caleg DPD dengan perolehan tertinggi di Provinsi DKI Jakarta. Namun, ia mengatakan masih menunggu hasil resmi dari KPU untuk perolehan suara.

"Belum diputus ya, tapi alhamdulillah kalau itu memang benar. Artinya, masyarakat memberikan kepercayaan ya. Mari kita tunggu keputusan resmi dari data real count yang pada akhirnya nanti akan diputuskan. Ya, intinya (suara saya) lumayanlah ya. Insya Allah," ucapnya

Terdapat 30 nama yang akan bersaing untuk memperebutkan empat kursi DPD, baik yang berasal dari unsur partai maupun perorangan. Di antara 30 nama itu, terdapat nama petahana yang akan kembali maju, seperti Fahira Idris, Dailami Firdaus, dan Abdul Azis Khafia.

"Tadinya saya pikir saya ini hanya dikenal di kalangan elite. Eh ternyata emak-emak juga kenal, jadi bagus ya. Lalu, ada dua incumbent dan dua baru (perkiraan DPD yang lolos dari DKI). Dua laki dan dua perempuan. Keadilan gender dan proporsional untuk perbaikan," pungkas Jimly. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More