Tren Pencarian Google, Pakaian dan Wisata Naik di Ramadan

Penulis: Galih Agus Saputra Pada: Kamis, 16 Mei 2019, 16:10 WIB Weekend
Tren Pencarian Google, Pakaian dan Wisata Naik di Ramadan

Antara
Bazaar pakaian.

MELALUI data tren (insight) yang dirilis Google Indonesia, warganet di Indonesia tampaknya tak sedikit yang menaruh perhatian pada pakaian, wisata (perjalanan), kuliner (makanan), hingga produk kecantikan di bulan Ramadan. Apabila dibandingkan dengan bulan biasa, data tren penelusuran yang dirilis Google Indonesia menunjukan bahwa pencarian pakaian, dan perjalanan naik sebanyak 40%, sementara untuk makanan naik sebanyak 30%, dan produk kecantikan naik sebanyak 20%.

Insight Specialist Google Indonesia, Ariani Dwijayanti, saat memberikan keterangan pers di  Restoran Turkuaz, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (15/5) mengatakan bahwa pada umumnya masyarakat di Indonesia ingin tampil maksimal menyambut puncak bulan Ramadan. Hal itu juga dapat dilihat dari data tren penelusuran gaya rambut yang naik 2-3 kali.

"Selain itu, data di Google Trends juga menunjukan bahwa masyarakat Indonesia menginginkan produk-produk kecantikan yang halal. Adapun produk kecantikan halal yang dimaksud itu, mulai dari kuteks halal, kosmetik halal, hingga lip tint halal," imbuhnya.

Menariknya, lanjut Ariani, kebiasaan warganet melakukan pencarian produk kecantikan di mesin peramban itu banyak dilakukan saat Jumat. Dalam asumsinya, Ariani lantas mengatakan bahwa hal tersebut berhubungan dengan rencana belanja di akhir pekan (weekend shopping). "Ini juga berhubungan dengan berbagai macam diskon yang ditawarkan pada konsumen, atau THR yang sedang diberikan," katannya.

Menurut Ariani menjelang puncak Ramadan ini, banyak pula warganet yang mencari berbagai macam varian makanan. Ada tiga jenis makanan, yang bahkan sudah menjadi tiga teratas (TOP 3) pilihan warganet sejak Ramadan 2017 yaitu Es Campur Pelangi, Es Capucino Cincau, dan Infused Water Kurma. Dalam standar indeks pencarian Google Trends, Es Campur Pelangi memiliki indeks pencarian tertinggi yaitu 100 pada awal bulan Ramadan 2019. Setelahnya, ada Infused Water Kurma dengan indeks sebanyak 25, dan Es Capucino Cincau sebanyak 19.

Menyoal perjalanan wisata, warganet di Indonesia tampaknya lebih banyak memilih Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang. Lima kota tujuan perjalanan wisata itu sudah bertengger di puncak indeks pecarian Google Trends sejak 2018, di samping adanya 10 kota mancanegara teratas yang diminati warganet Indonesia, atau yang terdiri dari Tokyo, Osaka, Kyoto, Kuala Lumpur, Bangkok, Paris, London, Amsterdam, Melbourne, dan Sydney.

Dari sekian banyak kota tujuan perjalanan wisata di atas, Bandung menjadi kota yang paling ingin dikunjungi warganet di Indonesia, khusus untuk perjalanan wisata domestik. Hal itu terlihat dari indeks pencarian Goggle Trends yang menunjukan bahwa Bandung memiliki indeks pencarian sebanyak 73 pada awal bulan Puasa. Sementara untuk perjalanan wisata mancanegara, warganet Indonesia lebih banyak memilih Kuala Lumpur, yang mana ditandai dengan indeks pencarian sebanyak 100.

Meski demikian, apabila dikomparasikan lebih lanjut antara Bandung dan Kuala Lumpur, warganet di Indonesia tampaknya lebih banyak yang memilih perjalanan wisata domestik. Hal itu dapat dilihat dari indeks pencarian perjalanan wisata ke Bandung yang mencapai 93 hingga 12 Mei 2019, sementara untuk Kuala Lumpur hanya memiliki indeks pencarian sebanyak 7. (M-1)

 

Baca juga: 7 Tontonan Netflix untuk Ngabuburit

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More