TKN: Kesalahan Situng Tidak Pengaruhi Hasil Pemilu

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Kamis, 16 Mei 2019, 15:09 WIB Politik dan Hukum
TKN: Kesalahan Situng Tidak Pengaruhi Hasil Pemilu

MI/Susanto
Juru Biara TKN Jokowi-Amin Arya Sinulingga

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menanggapi hasil putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan pelanggran terkait prosedur dan tata cara input data Pemilu 2019 ke Sistem Informasi Penghitungan (Situng). TKN menilai hal itu bukan persoalan untuk mereka.

“Kan itu data Situng kan artinya metode mereka yang salah. Ya sudah harus mereka luruskan," kata Juru Biara TKN Jokowi-Amin, Arya Sinulingga di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (16/5).

Dia menjelaskan, TKN tidak mempersoalkan putusan Bawaslu tersebut. Menurutnya Situng bukan metode resmi untuk menilai hasil pemilu.

Baca juga: TKN Tantang BPN Adu Data C1 di KPU

Lagipula, kata Arya, dalam situng terdapat keterangan atau disclaimer yang menyebutkan bahwa Situng bukan data resmi untuk keputusan resmi pemilu. "Tapi pemaparan untuk transparansi. Supaya kan kita bisa ngecek kalau ada yang enggak benar," jelasnya.

Sebelumnya, Bawaslu menyatakan, KPU terbukti melanggar tata cara dan prosedur penginputan data di sistem informasi Situng. Bawaslu memerintahkan KPU untuk memperbaiki tata cara dan prosedur dalam input data dalam situng.

Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi putusan Bawaslu hari ini yang memerintahkan perbaikan sistem dan tata cara serta prosedur dalam proses penginputan data ke sistem informasi penghitungan suara (Situng).

Satu hal yang jelas dari putusan ini, bahwa Situng adalah sistem yang sah dan terus berjalan. SOP-nya yang perlu dibenahi, terutama pada bagian ketelitian dan akurasi input data. Apabila ada ketidakakuratan data, tentu kedua pasangan capres dapat dirugikan. Kami mendorong KPU harus perkuat sistem SOP Situng," ungkap Juru Bicara bidang hukum Partai Solidaritas Indonesia Rian Ernest dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (16/5).

Menurutnya Situng bukanlah hal barang baru. Rian mengatakan Situng sudah ada pada 2014, hanya bedanya di 2014, pemindaian C1 tidak sebanyak sekarang saat pemilu serentak 2019 dilaksanakan.

"Bisa jadi, ini yang menyebabkan beberapa kesalahan input. Ini adalah konsekuensi pemilu serentak yang merupakan pemilu paling besar dan kompleks sedunia,"jelasnya.

Lebih lanjut, Rian mengatakan bahwa Bawaslu adalah lembaga yang sah untuk menyelesaikan masalah pemilu. Bukan forum liar tanpa kekuatan hukum. Sesuai putusan Bawaslu, perbaikan tata cara dan prosedur dalam input data Situng harus segera dilakukan dalam beberapa hari ke depan.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More