PDIP Sebut Pilpres itu Sederhana dan Sulit Dicurangi

Penulis: mediaindonesia.com Pada: Kamis, 16 Mei 2019, 10:02 WIB Politik dan Hukum
PDIP Sebut Pilpres itu Sederhana dan Sulit Dicurangi

MI/ROMMY PUJIANTO
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

PDI Perjuangan sangat menyayangkan sikap Prabowo Subianto yang menarik seluruh saksi dalam rekapitulasi di tingkat pusat.

"Sikap menarik saksi tidak akan mengganggu legalitas hasil rekapitulasi. Sikap itu sangat disayangkan, bertentangan dengan komitmen deklarasi pemilu damai. Sebab, deklarasi pemilu damai yang ditandatangani seluruh paslon dan pimpinan parpol merupakan kontrak politik untuk menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan melaksanakan seluruh tahapan pemilu dengan aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoaks, politik SARA, dan politik uang," papar Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan resmi, Kamis (16/5).

Meski begitu, PDI Perjuangan percaya pada sikap negarawan Prabowo.

"Selama ini, Ibu Megawati Soekarnoputri pun dalam berbagai kesempatan juga selalu menyampaikan hal-hal positif tentang Pak Prabowo. Jadi PDI Perjuangan meyakini dengan melihat dukungan para tokoh nasional, kesiapan TNI dan POLRI, serta kematangan rakyat Indonesia. Maka , puncak rekapitulasi pada 22 Mei 2019 nanti, situasi politik akan aman dan terkendali. Mereka yang akan memaksakan jalan diluar hukum akan berhadapan dengan hukum negara dan rakyat Indonesia," imbuh Hasto.

Baca juga: KPU Bergeming walau Diancam

Berkaitan dengan klaim sepihak serta narasi kecurangan yang dibangun pihak-pihak yang kecewa, menurut Hasto, itu hanyalah sebagai dinamika politik yang terus dimainkan bagi yang kalah, dan hal ini juga biasa terjadi di pilkada.

"Secara teknis dalam pemilu berlaku dalil dari Afrika, semakin komplek pemilu, semakin mudah dimanipulasi. Pemilu presiden jauh lebih sederhana daripada pemilu legislatif. Dengan demikian, dalam praktik, kemungkinan manipulasi dalam pemilu presiden jauh lebih sulit daripada pemilu legislatif. Apalagi dengan jumlah pemilih yang hadir ke TPS mencapai lebih dari 155 juta," kata Hasto.  

Apa yang ditampilkan rakyat dengan partisipasi pilpres yang begitu besar, 81.78% dan hasil survey dimana lebih 92% responden menerima hasil pemilu meski jagonya kalah, menunjukkan tingginya kesadaran politik rakyat dibanding elit politiknya.

"Mari belajar pada kematangan rakyat di dalam berpolitik. Rakyat terbukti menjadi benteng bagi pemilu jurdil," pungkasnya. (RO/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More