Kamis 16 Mei 2019, 11:40 WIB

Idrus Bantah Kenal Samin Tan

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Idrus Bantah Kenal Samin Tan

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Terdakwa kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 Idrus Marham

 

TERPIDANA kasus suap PLTU Riau-1 Idrus Marham mengaku tidak mengenal bos Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan. Mantan Menteri Sosial itu juga mengklaim bahwa Samin Tan tidak mengenal dirinya.

"Samin Tan itu kan saya enggak kenal, pada waktu itu memang ada salah paham di sini, saya katakan saya tahu. Tapi saat ketemu di persidangan jadi saksi, ternyata saya tidak kenal dan dia juga tidak kenal saya," ujarnya ketika memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, kemarin.

Kedatangan Idrus ke KPK terkait pemeriksaan kasus suap PLTU Riau-1 dengan tersangka Direktur Utama nonaktif PLN Sofyan Basir. Idrus tidak mau berkomentar banyak ketika ditanya awak media perihal kasus PLTU Riau-1 yang melibatkan Sofyan. Ia juga juga enggan berkomentar soal Eni M Saragih yang juga sudah menjadi terpidana suap PLTU Riau-1.

"Kalau Sofyan Basir, nanti saya jelaskan deh. (Eni) aduh saya enggak, enggak, ini kan saya saksinya Sofyan dan Samin Tan," kata Idrus.

Lebih lanjut, Idrus membantah mengetahui peran mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang diduga melakukan pertemuan dengan Sofyan Basir membahas proyek PLTU Riau-1.

"Pertemuan itu saya enggak pernah tahu. Kan saya sudah ada di pengadilan, sudah diputuskan tidak menikmati, tapi tetap dihukum," paparnya.

Samin Tan ialah tersangka suap pengurusan terminasi perjanjian karya pengusahaan pertambang-an batu bara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKP) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Oktober 2017.

Kasus ini pengembangan dari kasus PLTU Riau-1. Samin diduga menyuap Eni Saragih selaku Wakil Komisi VII DPR sejumlah Rp5 miliar untuk mengurus terminasi tersebut. Eni pun menyanggupi permintaan Samin Tan dan berupaya memenga-ruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum rapat dengar pendapat dengan Kementerian ESDM.

Penyerahan uang dari pihak Samin Tan terjadi pada Juni 2018. Uang itu diberikan staf Samin Tan kepada tenaga ahli dari Eni di DPR sebanyak dua kali hingga total Rp5 miliar. Penyerahannya pada 1 Juni 2018 sebesar Rp4 miliar dan 22 Juni 2018 Rp1 miliar. (Uta/P-4)

Baca Juga

Antara

Pemerintah Harus Tetapkan Kriteria Terkait Revisi PP Hak Narapida

👤Emir Chairullah 🕔Rabu 01 April 2020, 23:33 WIB
Pemerintah diminta tidak menyelipkan agenda terselubung dalam proses asimilasi narapidana akibat pandemi...
Dok MI

Perppu Harus Akomodasi Anggaran Penundaan Pilkada

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 01 April 2020, 22:57 WIB
Dijelaskannya, dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 sejumlah daerah sempat mengalami kekurangan anggaran. Bahkan ada daerah yang terlambat...
Antaranews.com

90 Menit ke Depan, Indonesia Tutup Pintu bagi WNA

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 22:31 WIB
Peraturan tersebut dituangkan dalam Peraturan Menkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya