Kamis 16 Mei 2019, 08:10 WIB

Video Kekerasan Sesatkan Warga

Fer/J-3 | Megapolitan
Video Kekerasan Sesatkan Warga

MI/ROMMY PUJIANTO
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono

 

SEJUMLAH tayangan kekerasan beredar di media sosial sepekan terakhir. Beberapa di antaranya dilabeli kejadian di Jakarta.

Kabid Humas Pola Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengakui tayangan itu telah membuat sebagian masyarakat dihinggapi ketakutan.

"Ada berbagai bentuk kejadian yang diviralkan di media sosial beberapa hari terakhir. Kata-kata, kalimat yang dilontarkan, foto-foto, dan tayangan videonya menebar ketakutan di kalangan masyarakat," tuturnya.

Dia menyebutkan tidak semua tayangan itu terjadi di Jakarta. Bahkan ada beberapa tayangan yang terjadi di masa lampau, tapi disiarkan kembali sebagai kejadian baru.

Argo mengakui hanya video aksi geng motor yang terjadi di Ibu Kota. Gerombolan pemuda itu membawa senjata tajam. Mereka cekcok dengan warga. Korban dilukai dengan senjata tajam dan akhirnya meninggal.

"Peristiwa itu terjadi di Kwitang, Jakarta Pusat. Pelaku pembacokan sudah ditangkap," tegasnya.

Video lainnya yang menayangkan sejumlah pria berkelahi di tempat parkir ternyata bukan kejadian di Jakarta, melainkan di Makassar. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (13/5) lalu.

Tayangan lain yang juga tergolong sadis karena disertai foto tangan yang putus akibat senjata tajam juga bukan kejadian di Ibu Kota.

"Itu terjadi pada 22 Februari di Bekasi Utara," jelas Argo.

Patroli gabungan

Kepolisian juga menerima berbagai foto kekerasan yang digabungkan dan kemudian diviralkan. Selain itu, kasus-kasus lama diangkat kembali, terutama aksi-aksi gangster.

Padahal, tutur mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu, kasus tersebut sudah ditangani kepolisian. "Pelakunya juga sudah ditangkap."

Yang meresahkan ialah ada broadcast yang meminta warga jangan melintasi suatu tempat pada malam hari karena banyak begal. Info itu menyesatkan dan meresahkan warga meski tidak terbukti ada kejadiannya.

Bagaimana masyarakat menyikapi kejadian itu? Argo meminta warga untuk tenang dan tidak resah. Ia memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jakarta dan sekitarnya masih kondusif. "Masyarakat tidak perlu khawatir menjalani aktivitas selama bulan suci Ramadan. Tidak ada kejadian yang perlu ditakutkan di Ibu Kota."

Ketertiban dan keamanan di Jakarta, tuturnya, dijaga Polda Metro Jaya dengan menggelar upaya preventif berupa patroli gabungan TNI dan Polri. Kegiatan itu dilakukan rutin setiap hari sejak pukul 23.00 WIB hingga subuh.

Prosedur standar yang dilakukan anggota tim patroli sudah baku. "Kalau menemukan masyarakat yang berge-rombol, atau kelompok bermotor, patroli petugas akan berhenti. Langkah awalnya, kami akan melakukan dialog," sambung Argo. (Fer/J-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More