Jokowi Tembus 59 Juta Suara di 16 Provinsi

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Rabu, 15 Mei 2019, 22:35 WIB Politik dan Hukum
Jokowi Tembus 59 Juta Suara di 16 Provinsi

kpu
HASIL HITUNG SUARA PEMILU PRESIDEN & WAKIL PRESIDEN RI 2019

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) telah mengesahkan hasil rekapitulasi nasional di 26 provinsi. Sejauh ini, pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul jauh dengan mengantongi 59.737.727 suara.

Untuk paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 40.093.420 suara. Selisih suara dari kedua paslon 19.644.307. Jumlah total suara kedua paslon mencapai 99.831.147 suara.

Diberitakan, Jokowi menang di 16 Provinsi, yakni Bali, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Kepualauan Riau, dan Jawa Tengah.


Baca juga: Pemimpin Daerah dan Tokoh Nasional Serukan Persatuan Usai Pemilu


Sementara itu, Prabowo menang di 10 provinsi, yaitu Aceh, Nusa Tenggara Barat, Banten, Sumatra Barat, Sulawesi Tenggara, Sumatra Selatan, Jambi, Maluku Utara, Kalimantan Selatan, Bengkulu.

Jokowi meraih suara tertinggi di Provinsi Jawa Tengah dengan 16.825.511 suara. Sedangkan Prabowo meski meraih 8.441.247 di Jawa Timur, namun tidak bisa menandingi Jokowi yang memperoleh 16.231.668 suara. KPU masih melanjutkan pengesahan hasil rekapitulasi di 8 provinsi lagi.

"Rekap hari ini alhamdulilah dari 7 provinsi yang kita jadwalkan semua bisa diselesaikan tepat waktu. Jadi kita tinggal nunggu besok mudah-mudahan 2 provinsi bisa kita selesaikan, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan," ungkap Ketua KPU RI Arief Budiman usai pembacaan pleno rekapitulasi di Gedung KPU RI, Menteng, Jakarta, Rabu (15/5). (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More