Presiden Hadiri Undangan Buka Puasa Bersama Ketua DPD

Penulis: mediaindonesia.com Pada: Rabu, 15 Mei 2019, 22:25 WIB Politik dan Hukum
Presiden Hadiri Undangan Buka Puasa Bersama Ketua DPD

Ist
Presiden Jokowi bersalaman dengan Ketua DPD Osman Sapta Odang saat diundang berbuka puasa bersama, Kamis (15/5).

PRESIDEN Joko Widodo menghadiri undangan buka puasa bersama dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang yang digelar di kediamannya yang berlokasi di Jalan Karang Asem Utara, Jakarta Selatan, pada Rabu (15/5).

Tiba pukul 17.15 WIB, Kepala Negara disambut langsung oleh Ketua DPD di halaman rumahnya. Keduanya kemudian langsung menuju tempat acara untuk berbuka puasa bersama para undangan lainnya.

Sebelum berbuka puasa, Ketua DPD menyampaikan sambutan dan dilanjutkan dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj.

Tak berapa lama, tepat pukul 17.47 WIB azan magrib berkumandang yang menandakan waktu berbuka puasa. Presiden dan para undangan menikmati takjil yang telah dihidangkan berupa kurma, kolak campur, es buah, sosis solo, dan minuman teh.


Baca juga: OSO Sebut Wiranto Penyebab Suara Hanura Turun


Setelahnya, Presiden menunaikan ibadah salat Magrib berjemaah yang dipimpin oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr H Nasaruddin Umar MA.

Usai salat, Presiden menyempatkan diri menyantap jamuan santap malam yang telah dihidangkan.

"Buka puasa ini menu paling enak. Tadi ada sop kambing, jagung bakar, bakmi godok, sate kambing ada. Komplet," ucap Presiden kepada jurnalis seusai acara.

Tampak hadir dalam acara tersebut di antaranya ialah para pimpinan lembaga tinggi negara, Wakil Presiden RI ke-9 Hamzah Haz, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Jaksa Agung Prasetyo, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (RO/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More