Jalur Alternatif di Tegal Memprihatinkan

Penulis: Supardji Rasban Pada: Rabu, 15 Mei 2019, 23:40 WIB Nusantara
Jalur Alternatif di Tegal Memprihatinkan

MI/Supardji Rasban
Jelang Arus Mudik Jalur Alternatif di Tegal Banyak Rusak

JALAN jalur alternatif di wilayah pantura Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, banyak dalam kondisi rusak parah. Padahal, jalur tersebut dipadati pemudik saat Lebaran nanti. Pemudik yang melintasi akses tersebut terutama pengendara sepeda motor.

Dalam menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani, mendesak pemerintah kabupaten (pemkab) segera melakukan perbaikan agar tidak menimbulkan kecelakaan.

"Harus secepatnya diperbaiki, Lebaran sudah dekat. Jangan sampai ada korban jiwa," kata Rudi yang mewakili warga Kecamatan Kramat, Suradadi, dan Warureja, kemarin.

Jalur alternatif yang dimaksud ialah pertigaan Larangan di Kecamatan Kramat menuju selatan hingga pertigaan Kemantran. Dari pertigaan tersebut menuju ke timur arah Desa Jatibogor hingga ke wilayah Suradadi dan Warureja.

Menurutnya, jalur pantura akan tetap padat saat musim mudik meski sudah ada jalan tol yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya. Jika pantura mengalami kema- cetan, jalur alternatif tetap dibutuhkan.

"Jalur alternatif masih banyak yang rusak, mulai dari Larangan sampai ke Kemantran sepanjang sekitar 1 kilometer," terangnya.

Kerusakan itu, lanjutnya, tidak hanya di Kemantran, tapi juga di ruas jalan Jatibogor-Kertasari yang merupakan jalur alternatif saat pantura mengalami kemacetan.

Di jalur itu sebagian jalandalam kondisi rusak parah. Kendati sudah ada yang dibenahi, sekitar 1 kilometer belum diperbaiki dan dalam kondisi parah.

"Ruas Jatibogor-Babakan harus ditambal dan di Jembatan Sungai Carabak, Desa Sukareja, Warureja juga harus diperbaiki," urainya.

Tambah rambu
Di jalur utama arus mudik di wilayah Kabupaten Jembrana, Bali, menuju arah Gilimanuk segera akan ditambah rambu lalu lintas serta lampu pene-rangan jalan. Hal itu guna memberikan rasa nyaman dan aman bagi pemudik.

Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Sarana dan Prasarana Dinas Perhubung-an (Dinhub) Kabupaten Jembrana, Gusti Ngurah Antara Yasa, mengatakan 40 rambu lalu lintas akan dipasang di sepanjang jalur utama mudik di Jembrana hingga Pelabuhan Gilimanuk.

Untuk lampu penerangan jalan, saat ini masih didata dan sesegera mungkin akan dilengkapi dan yang rusak diperbaiki. Selain pemasangan rambu lalu lintas, dalam mengantisipasi terjadinya kemacetan panjang, akan dimanfaatkan lahan lapang seluas 3 hektare di terminal kargo yang berdekatan dengan Gelung Kori Gilimanuk untuk menampung kendaraan yang hendak menyeberang ke luar Gilimanuk.

Terpisah, di Banyumas, Jawa Tengah, dishub setempat mulai memasang rambu penunjuk arah, khususnya di jalur mudik. Tujuannya membimbing pemudik di jalan utama ataupun alternatif agar tidak tersesat.

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dis-hub Banyumas, Arif Akhmadi, mengatakan jalur mudik di Banyumas merupakan salah satu jalan yang vital. Pasalnya, para pemudik dari arah Jakarta yang keluar dari tol Pejagan ke arah selatan pasti melewati Banyumas.

"Karena itu, kami mulai memasang rambu penunjuk jalan, terutama yang ke arah jalur alternatif. Jangan sampai kendaraan yang lewat jalan alternatif kebingungan karena tidak ada rambu," terang Arif, kemarin. (LD/RS/JL/WJ/UL/AT/BB/AS/UA/N-3

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More